Asyik Nongkrong, Tewas Dibunuh

MENANGIS: Salah satu keluarga Nanang Fadila menangis di kamar jenazah RSSA

MALANG– Peristiwa berdarah, sore kemarin mengguncang warga sekitar Jalan Janti, tepatnya depan Gang Matahari, Malang. Nanang Fadila, 32 tahun, tewas saat menjalani perawatan di RSI  Aisyah Malang dengan luka tusuk di dada serta luka bacok di punggungnya. Warga asal Kelurahan Ciptomulyo, yang tinggal di Jalan Bengkel Malang ini, diketahui dikeroyok tiga orang yang diduga sudah dikenalnya. Hingga semalam, anggota gabungan dari Satreskrim Polres Malang Kota dan Polsekta Sukun masih melakukan olah TKP di sekitar lokasi kejadian. Informasi yang didapat Malang Post, beberapa petugas ini mengubek-ubek daerah tersebut, untuk mencari saksi yang dianggap mengetahui betul kejadian ini.
Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono yang ditemui di kamar jenazah RSSA Malang mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui motif pembunuhan pemuda yang bekerja sebagai tukang selep daging di Pasar Induk Gadang (PIG) ini. “Kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi. Salah satu saksi yang diketahui teman korban saat ini masih kami cari. Karena usai kejadian dia langsung menghilang. Saksi ini kami butuhkan informasinya untuk mengungkap motif sekaligus pelakunya,” terang Lukman, panggilannya. Hasil olah TKP sementara, lanjut dia, korban dikeroyok tiga orang yang menggunakan senjata tajam.
Sedangkan Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum yang melihat jenazah korban di kamar mayat RSSA Malang mengaku anggota reskrim melakukan penyelidikan di TKP. “Anggota masih melakukan olah TKP. Siapa pelaku dan apa motifnya masih kami selidiki,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota itu. Semalam, pria yang juga mantan Kapolres Trenggalek ini terlihat serius melakukan koordinasi dengan Kanit Ident Satreskrim Polres Malang Kota, Ipda Subandi.  Terpisah, sumber Malang Post di sekitar TKP, menyatakan bila sebelum peristiwa pembunuhan ini terjadi, bapak dua anak itu sempat nongkrong bersama beberapa orang temannya.
Salah satu nama yang disebut sumber ini, yakni Dedi. Nama Dedi inilah yang semalam ikut dicari-cari petugas karena langsung menghilang. Diduga saat nongkrong itu, terjadi salah paham hingga mengakibatkan percekcokan yang berujung pembunuhan. “Korban sendiri ditemukan oleh warga sudah tergeletak di jalan dengan tubuh bersimbah darah.  Dia sempat dilarikan ke RSI Aisyiah. Namun dalam perawatan, dia mengembuskan nafas terakhirnya,” ujar sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya itu. (mar)