Pembunuh Pemuda Ciptomulyo Dibekuk

MALANG - Anggota gabungan Polsekta Sukun dan Satreskrim Polres Malang Kota bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan terhadap Nanang Fadila, 32 tahun. Satu pelaku pembunuhan warga Ciptomulyo yang tinggal di Jalan Bengkel Malang tersebut, kemarin siang berhasil dibekuk. Yakni Agus Sultoni alias Toni, 29 tahun, warga Jalan Janti Malang. Hal ini dibenarkan Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono SH, SIK kemarin. Dia mengatakan, tersangka dibekuk di dekat rumahnya, Kampung Sayur, Kotalama, Malang. “Saat ini, dia masih dikeler anggota untuk menunjukkan barang buktinya,” terangnya.
Mantan Kasatlantas Polres Kediri Kota itu menjelaskan, tersangka nekat membunuh korban yang bekerja sebagai sebagai tukang selep daging di Pasar Induk Gadang (PIG) ini karena pernah menjadi korban penganiayaan. “Sementara ini, masih kami periksa intensif untuk mengetahui lebih dalam motifnya. Anggota lainnya masih memburu pelaku lain di lapangan,” tegas dia. Terungkapnya pelaku pembunuhan itu, setelah polisi mendapatkan saksi kunci kasus tersebut. Yakni  Chandra alias Ngowos, teman korban. “Dari saksi kunci ini, diketahui identitas pelakunya,” ujarnya.
Sementara itu, sumber lain di Satreskrim Polres Malang Kota, mengatakan pembunuhan terhadap bapak dua anak itu diduga sudah direncanakan. Beberapa anggota satreskrim, kini masih mengejar pelaku lain, selain Agus Sultoni. Ada tiga nama lain yang diduga terlibat ikut melakukan pembunuhan itu, yakni Mahmud, 20 tahun, Rudi, 30 tahun dan Juri, 60 tahun. Nama Mahmud sendiri, dikenal polisi pernah terlibat kriminalitas. Warga Kampung Sayur, Kotalama ini, sesaat setelah pembunuhan itu, menghilang bersama Rudi dan Juri. “Kalau Juri itu masih pamannya tersangka Agus Sultoni,” ungkap sumber yang minta dirahasiakan namanya itu.
Hampir sama dengan pengakuan sementara tersangka Agus Sultoni, para pelaku nekat menghabisi nyawa korban, karena beberapa minggu sebelumnya sempat terlibat perkelahian.
Informasi yang dihimpun Malang Post, Nanang sempat bercerita kalau dirinya mempunyai masalah dengan seorang pemuda asal kampung Jalan Perusahaan. Hanya masalah apa dan siapa, dia tidak menjelaskan secara detil.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengungkapkan pihaknya masih akan mendalami berbagai temuan anggotanya di lapangan. Meskipun satu pelaku sudah diamankan, bukan berarti penyidikan berhenti pada motif itu saja. “Masih kami dalami,” ujarnya kepada wartawan.  Ada dugaan, Nanang dibunuh karena menjadi korban salah sasaran. Korban sendiri dihabisi saat berusaha melerai temannya yang sedang terlibat perkelahian dengan kelompok pelaku. Teman korban berselisih dengan pelaku, karena berebut wanita.
“Sebelum menjadi korban pembunuhan, Nanang sempat pesta miras bersama dengan teman-temannya di sekitar Ciptomulyo. Tak lama kemudian, bersama dua orang temannya, korban pergi ke Jalan Cilung Malang. Alasannya ada keperluan yang harus diselesaikan. Di Jalan Cilung ini, dia dengan pelaku yang kemudian berpesta minuman keras. Saat kondisi korban dalam kondisi mabuk inilah, pelaku yang sudah menaruh dendam langsung melampiaskan perbuatannya,” ujar salah satu warga tempat tinggal Nanang di Jalan Bengkel.
Sementara, jenazah Nanang Fadila sendiri usai dilakukan otopsi, kemarin pagi pukul 08.30 dibawa pulang ke rumah duka. Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung disambut isak tangis keluarga. Istri korban, langsung menangis histeris. Bahkan, istrinya sempat beberapa kali pingsan. Setelah disalati berjamaah, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum Kasin. Seperti diketahui, Nanang Fadila, ditemukan tergeletak bersimbah darah di Gang Matahari, Malang. Dia dibawa ke RSI  Aisyah Malang karena mengalami luka tusuk di dada serta luka bacok di punggungnya. Namun warga asal Kelurahan Ciptomulyo, yang tinggal di Jalan Bengkel Malang tersebut tewas dalam perawatan. (mar)