Dinamit Hilang, Polisi Razia Libom

MALANG -  Pasca hilangnya 250 dinamit dalam perjalanan dari Kalijati, Subang menuju Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, semua aparat kepolisian melakukan razia berbagai kendaraan. Operasi terhadap kendaraan utamanya truk, bus dan mobil boks ini, diperintah langsung oleh Mabes Polri.
Bahkan beberapa mobil mengaku hampir di setiap masuk kota, selalu dihentikan untuk diperiksa. Apalagi mobil jenis truk dan boks.
Kemarin, anggota Polres Malang Kota dan polsek jajaran menggelar operasi di beberapa titik. Semua kendaraan yang melintas di ruas jalan operasi diberhentikan oleh puluhan petugas.
‘’Bila ada yang dicurigai, polisi terus melakukan pemeriksaan,’’ papar Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH kepada Malang Post kemarin.
Dikonfirmasi hal ini, mantan Kapolsek Wajak ini mengatakan operasi ini dilakukan Polres Malang kota dan polsek jajaran untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Apalagi, lanjutnya, setelah muncul informasi hilangnya 250 dinamit tersebut.
‘’Operasi ini akan dilakukan secara kontinyu dan digelar baik siang maupun malam hari,’’ terangnya. Dia menegaskan, dalam operasi itu, personel yang dilibatkan dari seluruh fungsi kepolisian secara terpadu. Dia meminta kepada masyarakat, untuk bekerjasama dan mendukung kinerja polisi.
‘’Jika ada informasi apapun yang berkaitan dengan kamtibmas, tidak usah ragu atau segan untuk menyampaikannya kepada kepolisian terdekat. Dan pihak kepolisian pasti menindaklanjuti,’’ papar dia. Dwiko, panggilanya menjamin, masyarakat pemberi informasi pun akan dirahasiakan identitasnya.
Sementara itu, pantauan Malang Post di salah satu titik operasi, yakni di depan Mapolsekta Blimbing, hampir semua mobil boks dan truk yang lewat dihentikan. Pengemudinya lantas diminta untuk menunjukkan surat kendaraan dan barang yang dibawa.
‘’Ya, banyak operasi kepolisian di jalan. Katanya memang mencari dinamit yang katanya hilang. Saya jalan dari Pati, Jawa Tengah saja sudah  hampir 30 kali berhenti karena dioperasi,’’ ucap Susilo, 39 tahun, salah satu sopir mobil Mitsubishi boks yang dihentikan di depan Mapolsekta Blimbing.
Namun dia mengaku salut dengan polisi yang tanggap segera melakukan pemblokiran di jalan-jalan pasca kejadian hilangnya dinamit. ‘’Salut saja kepada polisi. Lebih baik diperiksa biar tidak ada kecurigaan,’’ katanya.
Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, mengatakan dugaan pencurian 250 dinamit milik PT Multi Nitrotama Kimia di kawasan Jawa Barat terjadi saat dalam perjalanan dari Subang menuju Bogor.
Dari hasil penyelidikan sementara oleh aparat di jajaran Polda Jawa Barat, ditemukan ada sobekan pada kanvas penutup mobil barang yang melakukan pengiriman dinamit yang dilakukan dalam dua tahap.
’’Pertama diberangkatkan dua truk ke Merunda, Jakarta Utara, dan tahap kedua dua truk lagi ke Merunda,’’ kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/6).
Selanjutnya keempat truk tersebut bersama-sama berangkat ke Bogor untuk mengantarkan bahan peledak tersebut secara beriringan melalui Tol Jagorawi.
Nah, saat dalam perjalanan itulah terjadi tindakan kriminal pencurian terhadap iring-iringan truk paling belakang yang bermuatan dinamit.
’’Pencurian dilakukan dengan cara merobek kanvas penutup barang menggunakan senjata tajam, ada sobekan sekitar satu meter,’’ ujar dia.
250 dinamit ini rencananya akan dikirimkan PT MNK selaku distributor bahan peledak bersama barang lainnya dari Subang Jawa Barat, menuju PT Batu Sarana Persada (PT BSP) di Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Hilangnya 250 dinamit itu baru diketahui saat truk pengiriman sudah tiba di PT Batu Sarana Persada. Saat itu diketahui ada kekurangan dua dus barang dengan berat sekitar 50 kg dalam bentuk dinamit batangan. (mar/jpnn)