Mahasiswa Timor Leste Tewas, Lima Diamankan

MALANG - Setelah lima hari menjalani perawatan di RSSA Malang, Fernando Fretes alias Nando, 23 tahun, kemarin pagi mengembuskan nafas terakhirnya.
Sejak dikeroyok sekelompok pemuda di depan Gedung Balai Merdeka Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Minggu (23/6) malam, pemuda asal Timor Leste itu, sama sekali tidak sadar karena luka bacok kapak yang sempat menancap di kepalanya.
Kemarin siang, tim forensik RSSA Malang disaksikan anggota unit identifikasi Satreskrim Polres Malang Kota langsung melakukan otopsi tubuh pemuda yang kos di Jalan Klampok Kasri I Malang tersebut. Beberapa teman sedaerahnya, tampak memenuhi halaman kamar mayat RSSA Malang saat jenazahnya diperiksa.
Seperti diketahui, korban yang mengendarai motor Yamaha Vixion, N 2675 AG bermaksud menemui teman-temannya di Jalan Raya Dieng Malang. Namun, sampai di TKP, dia malah dikeroyok sekelompok pemuda dengan menaiki beberapa motor sembari mengacung-acungkan kapak, kayu dan batu.
Menurut pengakuan salah satu teman korban, Albert Monteiro Pinto kepada polisi, korban Nando terjatuh ke aspal setelah motornya berserempetan dengan motor lain. Saat itulah, para pemuda yang mengejarnya menghujamkan senjata tajam dan batu, termasuk kapak ke arah kepalanya hingga menancap.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto mengaku anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Polres Malang Kota sudah berhasil menangkap lima pelaku pengeroyokan tersebut.
‘’Nama-nama tersangka ini kami dapat dari pengakuan teman-teman korban yang diperiksa,’’ ujarnya kemarin.
Namun dia menolak menyebutkan nama para tersangka yang ditangkap dan kini menjalani penyidikan. Alasannya, mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu mengaku jumlah tersangka penganiayaan akan bertambah. ‘’Yang pasti mereka ditangkap anggota di sekitar rumah kosnya di kawasan Tlogomas,’’ tegasnya.
Salah satu sumber terpercaya Malang Post menyatakan, salah satu tersangka diketahui bernama Jose Cesar Gomes alias Zinho, 21 tahun, kos di Jalan Tlogo Indah IV Malang.
Pemuda asal Timor Leste  yang juga berkuliah di salah satu PTS di Malang ini, dikatakan sebagai pelaku utama pembacokan kepala korban dengan menggunakan kapak.
‘’Semuanya masih proses sidik dengan barang bukti kapak yang kita amankan dari kepala korban. Jadi mohon bersabar terlebih dahulu,’’ tambah perwira ini.
Disinggung motif pengeroyokan, Arief, sapaan akrabnya hanya mengatakan berpangkal dari masalah gesekan kelompok pencak silat antara korban dengan para pelaku. (mar)