DPO Rampok Ditembak

TERTANGKAP: Tersangka Munari diinterogasi Kasubag Humas Polres Malang setelah tertangkap.

MALANG– Satu persatu pelaku perampokan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Malang. Setelah Salik, warga Jalan Sampurna, Dusun Kebalon, Desa Cemorokandang, Malang, kemarin giliran Munari ditangkap. Warga Jalan Sawunggaling, Desa Banjarejo, Pakis tersebut ditangkap di rumahnya. Saat menangkap pria berusia 50 tahun ini, pistol polisi menyalak lagi hingga kaki kirinya tertembus timah panas. “Kami terpaksa melumpuhkannya karena dia berusaha kabur. Sebelum menembak kakinya, petugas sempat memberikan tembakan peringatan,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Soleh Mas’udi.
Dia menjelaskan, tersangka Munari ini sudah lama menjadi DPO Polres Malang. Namanya masuk dalam target operasi polisi, karena terlibat beberapa kasus perampokan di wilayah Kabupaten Malang. Pertama kasus perampokan di wilayah Poncokusumo pada 2003 lalu.
Saat itu, tersangka bersama seorang temannya menjarah TV dan sepeda motor di rumah salah satu warga. Meski waktu itu kepergok warga, namun Munari masih selamat karena bisa lolos. Sedangkan temannya, berhasil ditangkap dan remuk dihajar massa.  “Kemudian terlibat kasus perampokan di Dusun/Desa Gentong, Pakis pada 2008,” lanjutnya.
Tersangka dan komplotannya merampok di rumah salah seorang warga. Saat itu para pelaku berhasil membawa kabur tiga sepeda motor serta beberapa perhiasan emas. “Dari hasil rampokan di Pakis itu, saya mendapat bagian Rp 1,8 juta. Uangnya habis saya pakai untuk bermain judi,” ujar Munari. Dan aksi ketiganya diakui di wilayah Desa Wonokerso, Pakisaji pada akhir 2010. Korbannya juragan barang bekas.. Dengan menggunakan modus yang sama, Munari dan teman-temannya berhasil menjarah satu sepeda motor dan HP. “Namun aksi ketiga ini, saya tidak mendapat bagian apa-apa. Karena hasil rampokan dibawa kabur oleh Tikno,” tuturnya.
Munari menjelaskan, tujuh orang yang masuk dalam komplotannya diantaranya adalah Suwito, Tukin, Slamet, Fauzi, Riyadi, Salik dan Tikno. Suwito dan Tikno adalah warga Pasuruan, dan lainnya adalah warga Cemorokandang, Kota Malang. “Dari nama-nama itu, baru saya dan Salik yang sudah tertangkap. Saya ini bertugas menjaga di depan rumah korban,” terang dia. (agp/mar)