Bayi Dibuang di Halaman Rumah

KEPANJEN – Warga sekitar Dusun Legok, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu malam menjelang dini hari kemarin digemparkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari ini, ditemukan Bukhori, Takmir Masjid Nurul Huda di depan rumah Fatonah, di pinggir jalan raya.
Belum diketahui siapa ibu yang tega membuang bayinya tersebut. Petugas Polsek Kepanjen yang menangani perkara ini masih menyelidiki pelakunya. Untuk keselamatan bayi tak berdosa itu, kini bayi yang diberi nama Finda dirawat pamong desa, Maskum Bukhori dan istrinya Indarsih, Kepala Sekolah TK Muslimat di Dusun Legok, Desa Sukoraharjo.
“Bayi ini saya angkat sebagai anak sendiri mas. Dia akan saya anggap seperti anak kandung saya sendiri. Dan bayi ini adalah anak ketiga saya,” tutur Indarsih, ibu dua anak ini.
Peristiwa yang sempat menggemparkan warga sekitar ini, terjadi sekitar pukul 23.30. Bermula dari Bukhori, yang malam itu berniat salat malam di Masjid Nurul Huda mendengar suara tangisan bayi. Kali pertama mendengar, saksi tidak menduga kalau ada bayi dibuang. Dia beranggapan suara bayi yang menangis itu berasal dari  tetangganya yang hamil sedang melahirkan.
Namun karena suara tangisan makin kencang, Bukhori lantas mencari sumbernya. Begitu ketemu, dia kaget saat melihat ada bayi di depan rumah Fatonah. Bayi itu diletakkan di dalam kardus minyak goreng kemasan. Di dalam kardus itu juga ada dot berisi susu, kaos kaki bayi, kaos tangan bayi, jarik coklat, handuk, popok sekali pakai dan susu SGM yang bertuliskan spidol By Dewi.
Karena takut dituduh macam-macam, begitu menemukan bayi perempuan yang masih ada tali pusarnya ini, Bukhori lantas membangunkan Maskum Bukhori, pamong desa. Setelah itu, penemuan tersebut langsung dilaporkan ke petugas Polsek Kepanjen.
“Sebetulnya yang ingin merawat bayi ini banyak mas. Tidak hanya warga sekitar, bahkan ada polisi yang juga mau merawat bayi ini. Tadi saja ada yang mau menukar dengan sepeda motor Honda Supra Fit karena ingin merawat bayi ini. Tetapi saya tidak perbolehkan, karena suami dan anak-anak mendukung supaya bayi itu kami rawat sendiri,” jelas Indarsih, ketika ditemui di rumahnya kemarin.(agp/aim)