ABG Korban Pembunuhan Dibuang di Sungai

TUMPANG- Sosok gadis muda tanpa identitas (Mrs X), ditemukan tewas di pinggir Sungai Amprong yang melintas di Dusun Glagahdowo, Desa Pulung Dowo, Tumpang, Minggu (30/6) malam kemarin. Saat ditemukan, kondisi korban yang diperkirakan berusia 15 tahun tersebut cukup mengenaskan.
Terdapat beberapa luka memar yang membekas di tubuh korban. Untuk penyelidikan, jenazah gadis misterius tersebut dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan, hingga kemarin, anggota Polsek Tumpang dan Satreskrim Polres Malang masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa sebenarnya identitas mayat itu.
Kanit Reskrim Polsek Tumpang, Aiptu Dian menduga bila mayat tersebut merupakan korban dari tindak kejahatan. “Saat ditemukan, korban tidak memakai pakaian dalam. Selain itu juga, di tubuh korban terdapat beberapa luka memar seperti bekas dipukul maupun terbentur benda tumpul,“ ungkapnya kepada wartawan kemarin.
Namun untuk mengetahui pastinya penyebab meninggalnya gadis mesterius itu, termasuk luka memar yang membekas di tubuh korban apakah dipukul oleh seseorang ataupun terbentur batu-batu ketika hanyut di sungai, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan petugas kamar jenazah RSSA Malang.
“Kita tunggu hasil otopsinya. Sementara ini, masih belum bisa dipastikan bila korban meninggal karena dibunuh,” ujarnya. Dia menjelaskan, ciri-ciri korban yang dapat dikenali sendiri, memakai kaos warna coklat bertuliskan “All The New New“, celana panjang warna hijau tua, tinggi 152 CM, badan kurus, dan potongan rambut pendek.
Sedangkan mayat gadis misterius itu, peratma kali ditemukan oleh sekelompok orang yang pulang memancing, pada Minggu (30/6), sekitar pukul 18.00 WIB. Melihat ada sosok mayat. Mereka melaporkan penemuannya itu ke perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Tumpang.
Petugas yang menerima laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usai melakukan olah TKP, kemudian petugas membawa mayat gadis misterius tersebut, ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. (big/aim)