Rampok Bersenpi Satroni SMAN 1 Gondanglegi

SEKAP: Lokasi penyekapan dua penjaga sekolah oleh pelaku yang menyatroni SMAN 1 Gondanglegi, Selasa dini hari kemarin.

Sekap Dua Penjaga Sekolah
GONDANGLEGI - Untuk kesekian kalinya, sekolah kembali  menjadi lokasi sasaran aksi kejahatan. Seperti yang berlangsung Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 kemarin, sebanyak delapan pelaku dengan menggunakan cadar dan senjata tajam serta diduga senjata api, beraksi di SMAN 1 Gondanglegi di Jalan Raya Ketawang.
Dalam aksinya, empat pelaku yang bertindak sebagai algojo berhasil melumpuhkan dua penjaga sekolah yakni Suyadi, 52 tahun dan Adi Mustofa, 48 tahun yang malam itu tengah piket malam. Dari aksi  itu, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai total Rp 9 juta, kamera dan laptop di empat ruang yang dijadikan sasaran aksi kawanan pelaku.
Diperoleh keterangan, peristiwa berlangsung saat dua penjaga sekolah tengah berada di ruang guru. Saat itulah, kawanan pelaku yang diduga masuk dengan cara melalui pagar sekolah yang diberi kawat berduri menerobos masuk ke dalam sekolah dan langsung menuju ke ruang guru.
Seketika itu, pelaku pun langsung mendobrak ruang guru dan melumpuhkan dua penjaga sekolah. Aksi sendiri tidak berhenti sampai di situ, setelah berhasil melumpuhkan dua penjaga, kawanan itu pun kemudian beraksi di ruang sekolah lainnya yakni ruang kepala Sekolah (Kepsek), ruang Wakasek dan ruang ICT sekolah. Di ruang itulah, kawanan pelaku berhasil menggondol uang sekolah dan barang elektronik milik sekolahan.
Rampung melakukan aksinya, pelaku pun langsung kabur. Sementara dua penjaga sekolah tetap dibiarkan di ruang tamu. Kedua korban tersebut, baru berhasil mengadukan kejadian, setelah berhasil melepaskan ikatan dan melaporkan kepada pihak sekolah.
“Kejadian berlangsung cukup cepat. Ada empat pelaku yang masuk dan mendobrak pintu ruang guru yang dipakai dua penjaga untuk jaga malam sekolah. Keempat pelaku lainnya, berjaga-jaga di luar sekolah. Dua penjaga seketika itu langsung diancam dengan senjata celurit dan mainan senjata api. Mereka langsung diikat dan mulutnya dilakban,” kata Waka Humas SMAN 1 Gondanglegi, Ari Sumaryani.
Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Iptu Untung, mengaku masih melakukan penyidikan terkait kejadian itu. Dari hasil olah TKP petugas dan identifikasi Polres Malang, diketahui jika kawanan pelaku masuk melalui pagar sekolah dengan menggunakan alat bantu meja. Dengan menggunakan mebeler itu, pelaku memotong kawat berduri untuk bisa masuk ke dalam sekolah.
“Di luar sekolah ditemukan meja yang digunakan sebagai alat bantu untuk masuk. Dari mana meja itu, masih dilakukan pengembangan. Pelaku dalam aksinya menggunakan cadar sehingga cukup menyulitkan proses penyidikan. Karenanya, untuk sementara petugas konsentrasi pada pemeriksaan saksi-saksi,” kata mantan KBO Satuan Narkoba Polres Malang itu. (sit/aim)