Graha Dewata Digugat Penghuni Rp 9,9 Miliar

MALANG -  Setelah sekian lama menunggu sertifikat yang tak kunjung ada kejelasan, penghuni perumahan Graha Dewata akhirnya geram. 11 penghuni melayangkan gugatan perdata kepada PT. Dewata Abdi Nusa (pengembang Graha Dewata) dan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk cq BRI Kawi Malang, sebagai tergugat kedua. Mereka mengajukan gugatan wanprestasi dan meminta ganti rugi materiil dan immateriil sebesar Rp 9,9 miliar. Selain itu, ke-11 penghuni tersebut juga meminta untuk melakukan sita jaminan atas aset-aset yang masih dimiliki oleh Dewa Putu Raka Wibawa, Direktur PT. Dewata Abdi Nusa.
Aset-aset tersebut yakni tanah dan bangunan perumahan Graha Dewata, tanah dan bangunan di Jalan  Joyo Agung Malang, rumah di Perum Puncak Dieng Eksklusif II Malang, rumah atau tanah dan bangunan di Jalan S Supriyadi VI Malang, tanah dan bangunan di Perum Nirwana Sulfat Residence Jalan Simpang Sulfat Utara Malang dan tanah dan bangunan di Jalan Kawi yang ditempati BRI Kawi. Aset-aset ini, ditaksir mencapai Rp 25 miliar. Gunadi Handoko, SH, MM, M,Hum, kuasa hukum ke-11 penghuni Graha Dewata ini mengungkapkan, 10 penghuni mengajukan gugatan perdatanya lewat Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, sedangkan satu penghuni memilih lewat PN Kabupaten Malang di Kepanjen.
“Yang 10 penghuni, atas nama Ratna Irawati, Sutrisno, Zainul Arif, Bambang Warsito, Endi Fuliani, Ely Ismawati, Eka Graha Adhiyaksa, Nuryati dan Kristiani.  Sementara,  penghuni atas nama Abdul Azis memilih mengajukan gugatannya lewat PN Kepanjen,” terang bos Network Patent Office (NPO) Malang tersebut. Diakuinya, sidang gugatan perdata ini akan dimulai Kamis (4/7) ini. Selain mengajukan gugatan perdata, para penghuni tersebut juga akan mendatangi Kantor Pertanahan untuk mengajukan pemblokiran sertifikat.
“Ke-11 penghuni yang menyerahkan kuasanya kepada tim lawyer sengaja melakukan ini sebagai langkah penyelamatan aset. Jadi lebih baik mengajukan gugatan perdata terlebih dulu. Kalau pidana, kita tahu berapa korbannya yang masih antri penyidikan di Polres Malang Kota,” tegas Gunadi, panggilannya.  Wakil Ketua DPC Ikadin Malang ini juga meminta agar pengadilan menyatakan putusan yang diajukan para penggugat itu dapat dijalankan lebih dulu meskipun ada upaya hukum lainnya. “Yang pasti kami ingin semua gugatan dikabulkan oleh pihak pengadilan,” ujar dia.   
Sementara itu, Waluyo S Putro, SH, pengacara Dewa  Putu Raka Wibawa mengaku tidak terkejut dengan pengajuan gugatan perdata dari ke-11 penghuni perumahan. Dia mengaku sudah menerima salinan gugatan tersebut. “Itu kan hanya masalah ingkar janji. Kita sekarang harus mendudukan persoalan kepada tempat yang sebenarnya. Entah diterima atau tidak, boleh saja mereka menggugat. Lihat saja pembuktian nanti di persidangan,” tegasnya kemarin sore. (mar)