Indomaret Dirampok, Pembunuh Sukun Dibekuk

MALANG - Mendekati bulan Ramadan, aksi penjahat jalanan mulai marak. Selasa (2/7) pagi, Indomaret Jalan Bungur Malang, disatroni tiga perampok yang membawa senjata api (senpi). Dalam rekaman CCTV di toko modern ini, perampokan melakukan aksinya selama dua menit. Meskipun kerugian yang diderita hanya uang tunai Rp 1,2 juta, namun kasus itu tetap dilaporkan ke polisi. Informasi yang didapat Malang Post, kejadian pukul 04.30 itu saat toko dijaga dua karyawannya, Samsudin, 23 tahun dan Mulyo Hartono, 22 tahun. Mereka tidak menduga sama sekali tiga perampok datang dengan berboncengan satu motor.  “Satu orang berjaga di luar sedangkan dua orang lainnya mengenakan helm dan penutup wajah masuk ke dalam toko,” terang sumber Malang Post di Polres Malang Kota.
Mereka langsung menodongkan senpi ke Samsudin yang berjaga di kasir. Satu pelaku kemudian ke bagian belakang menodong Mulyo Hartono. “Tidak ada penyekapan karena karyawan Indomaret hanya pasrah. Sehingga dengan cepat, pelaku mengambil uang Rp 1,2 juta dari laci kasir dan pergi,” lanjutnya. Usai pelaku pergi, Samsudin dan Mulyo Hartono melaporkan peristiwa ini ke perusahaannya, PT. Indomarco Prismatama, Jalan Mayjen Sungkono Malang dan Polsekta Lowokwaru.  Roy Arifin, Area Manager PT. Indomarco Prismatama Malang menjelaskan pihaknya menyerahkan kasus ini ke polisi. Dia mengakui rekaman CCTV itu sudah dibawa anggota gabungan Polsekta Lowokwaru dan Satreskrim Polres Malang Kota untuk diselidiki.     
“Namun sesuai dengan standar operasional (SOP) kita, CCTV harus tetap aktif. Ini penting untuk melihat dan merekam kejahatan serupa ataupun pencurian. Selain itu, kami juga sering mengimbau kepada karyawan Indomaret untuk tidak menghitung uang yang masuk di depan pengunjung yang berbelanja agar tidak memancing sebuah peristiwa kejahatan,” paparnya. Sementara itu, dalam hari yang sama, perampas motor kembali beraksi di Jalan Raya Sulfat Malang. Fika SET, 25 tahun, warga Dusun Purworejo, Desa Tunjungtirto, Singosari yang melintas di jalan itu pukul 03.00, menjadi korbannya.
Motor Yamaha Mio Soul, AE 5877 BD yang dikendarainya dirampas tiga pelaku bersenjatakan golok. Informasi yang dihimpun, korban menjalankan motornya menuju arah timur. Sampai di TKP, motor seharga Rp 13 juta tersebut dipepet tiga pelaku. “Saya ditendang hingga jatuh dari motor. Setelah itu, satu orang turun dan menodongkan golok ke tubuh saya. Setelah itu dia langsung pergi membawa motor saya,” papar korban kepada polisi. Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum mengungkapkan jajaran reskrim sudah dikerahkan untuk memburu para penjahat jalanan itu. “Saya minta kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada,” ujarnya.
Di bagian lain, keberhasilan diraih Polsekta Sukun dalam mengungkap kasus pembunuhan terhadap Nanang Fadila, warga Jalan Bengkel Malang. Usai menangkap Agus Sultoni sehari setelah peristiwa pembunuhan di Gang Matahari Jalan Peltu Sujono Malang, Selasa (2/7) malam, giliran Mahmudi alias Mahmud, 28 tahun, ditangkap di rumah salah seorang saudaranya di daerah Gondanglegi.  Warga Jalan Laksamana Martadinata I Malang ini mengakui perbuatannya. “Dia mengaku kalau dirinya yang menusuk dada sebelah kiri korban.  Tersangka juga mengatakan ikut melakukan pembunuhan karena diminta tolong oleh tersangka Agus Sultoni,” papar Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono SH, SIK. (agp/mar)