Nenek Empat Cucu Kencani Brondong

DISIDANG: Pasangan selingkuh SM dan YL ketika disidang di Balai Desa dengan dihadiri Hari Kusuma, suami SM.

Digelandang ke Balai Desa
KEPANJEN – Seorang nenek yang sudah mempunyai empat cucu, kemarin digelandang ke Balai Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. SM, 50 tahun warga Jalan Bintoro ini, dibawa ke balai desa bersama seorang pemuda berinisial YL, 28 tahun, warga Jalan Kalinyamat, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen.
Mereka disidang di Balai Desa, karena diduga telah berselingkuh. Dugaan perselingkuhan itu terkuak setelah ada laporan dari suami SM, yaitu Hari Kusuma, 60 tahun, pensiunan PLN. Hari ditemani anak dan menantunya, melapor ke desa karena tidak terima dengan perselingkuhan itu. Sebab status SM adalah masih istri sah Hari Kusuma.
“Sebelumnya kami sempat melapor ke Polsek, tetapi tidak ada reaksi. Akhirnya kami melaporkan ke desa, karena kasihan melihat bapak (Hari Kusuma, red). Bapak itu orangnya sangat sabar sekali,” tutur menantu Hari Kusuma.
Menurut keterangan menantu Hari, perselingkugan antara SM dengan YL ini sudah lama terjadi. Bahkan kabar perselingkuhan mereka, banyak warga yang sudah tahu. Pasalnya, selain mereka sering janjian di luar, SM sendiri sering mengajak YL pergi ke Pasar Cempokomulyo untuk menagih uang. Itu karena SM bekerja sebagai bank titil.
Terungkapnya perselingkuhan ini sendiri, berawal saat Hari secara tidak sengaja menemukan surat dan foto pernikahan secara siri SM dengan YL. Ketika ditanyakan langsung kepada istrinya, ternyata memang benar SM mengakui sudah nikah siri dengan pemuda YL itu. “Warga sekitar sini sudah tahu kalau mertua perempuan saya nikah siri dengan selingkuhannya itu,” ujarnya.
Sementara Hari Kusuma sendiri, ketika dimintai keterangan terkait perselingkuhan istrinya, tidak mau bercerita. Hari mengatakan kalau dirinya dilarang oleh Kepala Desa Jenggolo H Lisdyanto. “Kata Pak Kades, kalau mau tanya suruh bertanya langsung kepadanya. Saya tidak boleh mengatakan sepatah kata pun,” kata Hari Kusuma.
Sementara itu, Kades Jenggolo H Lisdyanto, ketika dikonfirmasi terkait perselingkuhan itu, seakan menutup-nutupi. Saat ditanya, dia justru mengaku banyak tidak tahu. Lisdyanto, mengatakan hanya memfasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan saja.
“Tadi sudah dibuat keputusan, kalau mereka tidak akan berhubungan lagi. Mereka sanggup digrebek dan disanksi oleh warga jika ketahuan berduaan lagi. Yaitu dengan membayar denda berupa batu kali sebanyak 10 truk,” papar Lisdyanto. Namun ketika ditanya lebih jauh lagi, Lisdyanto malah langsung buru-buru masuk ruangan.(agp/aim)