Lintasan KA Tanpa Palang Kembali Makan Korban

BAHAYA : Perlintasan KA Dusun Kalianyar, Desa Sidodadi, Lawang, berbahaya karena tidak ada palang pintu pengaman dan tidak dijaga.

LAWANG- Perlintasan kereta api tanpa palang pintu, kembali menelan korban jiwa. Selasa (4/6) kemarin malam sekitar pukul 18.46 WIB. Seorang pengendara sepeda motor Honda Revo nopol N 3511 XP, tewas setelah tertabrak KA Penataran jurusan Malang-Surabaya di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Kalianyar, Desa Sidodadi, Lawang.
Korbannya yakni Poernomo, usia 53 tahun warga Dusun Donorejo, RT 01 RW 11 Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dia tewas seketika di tempat kejadian, setelah sepeda motor yang dikemudikannya bertabrakan keras dengan KA bernomor lokomotif CC20119 dimasinisi Ponco Harianto.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Sementara, kejadian kecelakaan sendiri saat itu langsung ditangani petugas laka lantas Polres Malang. “Benar telah terjadi kecelakaan antara KA engan sepeda motor di Desa Sidodadi, Lawang yang menyebabkan korban tewas, yakni pengemudi sepeda motor,“ kata Ipda Purnomo, Kanit Laka Lantas Polres Malang, kepada wartawan kemarin.  
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat itu korban mengemudikan sepeda motornya seorang diri. Saat itu, korban memacu kuda besinya tersebut, dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), melintas di rel KA tanpa berpalang pintu dan tidak dijaga.
Bersamaan itu, KA Penataran dari arah Malang lewat dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak sepeda motor korban. “Pengemudi sepeda motor sudah kami teriaki akan ada kereta yang lewat, tapi tak menghiraukannya,” ujar Sumadi, warga sekitar kepada Malang Post kemarin.
Akibat tabrakan yang sangat keras itu, korban terpelanting sekitar 25 meter dari lokasi kejadian. Korban meninggal di TKP, karena mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Sumadi mengatakan, di wilayah tersebut sering terjadi kecelakaan yang melibatkan KA dengan kendaraan lainnya.
“Terakhir, sekitar dua bulan lalu ada mobil tertabrak kereta. Beruntung tabrakannya tidak begitu keras dan tidak menyebakan korban jiwa. Sebelumnya, di sini juga pernah tabrakan yang menyebakan korban tewas,“ tukasnya. Dia mengharapkan agar di perlintasan tersebut segera terpasang palang pintu dan dijaga, agar tak terulang kembali kejadian yang serupa. (big/aim)