Penadah Motor Curian Disergap

MALANG POST - Unit reskrim Polsekta Blimbing benar-benar all out untuk mengungkap kasus curanmor yang terjadi di wilayahnya. Hasilnya, 15 sepeda motor berbagai merek berhasil disita dari tangan pembelinya yang tinggal di Sampang, Madura. Selain mengamankan barang bukti tersebut, tim yang dipimpin Kapolsekta Blimbing, AKP Budi Adhi Buono SH, SIK dan Kanitreskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta Pranata juga menangkap seorang penadahnya. Yakni Jumaki, 30 tahun, warga Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura.
Menurut Budi, sapaan Kapolsek, nama Jumaki muncul hasil dari pengakuan kelompok curanmor pimpinan Aidin Fauzi Ahmad alias Aji, 23 tahun, warga Jakarta yang tinggal di Desa Waturejo, Ngantang. “Dalam penyidikan intensif, tersangka Aji dan anggota kelompoknya yang kami tahan, mengaku hampir semua motor curian dijual kepada lima penadah di Sampang, Madura. Salah satu penadahnya, tersangka Jumaki ini. Dari situ, anggota kami memburunya bekerjasama dengan Polres Sampang dan tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar rumah tersangka Jumaki,” papar perwira yang pernah menjadi Kasatlantas Polres Batu itu.
Diakuinya, pihaknya masih memburu empat penadah lain yang disebutkan kelompok curanmor kota Malang ini. “Dalam pengembangan kasus tersebut, terungkap juga kalau Aji Cs menjual motor-motor curian itu seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta tergantung mereknya. Setelah mendapatkan motor dari para pemetik (pencuri) lewat kurir, Jumaki langsung menjualnya kepada para pembelinya dengan harga rata-rata Rp 5 juta.
Menurut keterangan tersangka, ada sekitar 50 motor curian dari wilayah Malang Raya yang dijual ke Madura. Yang jelas, sisanya masih kami lakukan pencarian,” lanjut mantan Kasatlantas Polres Blitar itu.
Ditambahkan Gusti, saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan Dirlantas Polda Jatim untuk mendeteksi kepemilikan motor-motor yang saat ini diamankan di Mapolsekta Blimbing. “Motor-motor yang dibawa dari Sampang, Madura ini akan diperiksa atau diidentifikasi oleh anggota Dirlantas Polda Jatim. Apalagi, saat diamankan dari pembelinya, hampir semua plat nomor motor sudah berganti menjadi plat nomor M (Madura),” tegas dia.
Sementara itu, informasi yang didapat Malang Post, untuk membawa motor-motor itu keluar dari Sampang, Madura bukan merupakan pekerjaan yang mudah. “Saat disita dari pembelinya, tidak ada perlawanan. Namun ketika hendak keluar wilayah Sampang, Madura, ada sekelompok orang yang berusaha mencegah. Untungnya, ketika diberikan pengertian oleh tokoh masyarakat dan dengan cara polisi pula, semua motor itu bisa dibawa ke Malang dengan keadaan utuh,” ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya. (mar)