Sindikat Curanmor Antarkota Digulung

SINDIKAT: Tiga anggota sindikat curanmor antarkota ditangkap, seorang terpaksa ditembak.

MALANG- Aparat Satreskrim Polres Malang Kota bertindak tegas terhadap aksi-aksi curanmor yang terjadi di Malang. Tiga anggota sindikat curanmor antarkota yang beraksi di 31 TKP Kota Malang digulung. Satu dari tiga pelakunya terpaksa ditembak karena berusaha melawan untuk melarikan diri. Yakni Duri Effendi alias Fendi 34 tahun, warga Bonpat, Desa Sidorenggo, Ampelgading. Pria yang juga memiliki tempat tinggal di kampung Batulenger Barat, Desa Bire Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang itu merupakan residivis kasus curanmor yang baru keluar dari LP Lowokwaru, Januari 2013 lalu.
“Dia terpaksa ditembak kakinya karena ada upaya untuk melarikan diri saat dikeler untuk menunjukkan rumah pelaku lain,” papar Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK kemarin. Dijelaskan dia, Fendi dibekuk saat membawa motor curiannya, Honda CBR 150, 2011, N 6070 B di Jalan Raya Porong arah Sidoarjo. Polisi yang mengejarnya, mencurigai tersangka menuju Sampang, Madura untuk menjual motor tersebut. “Tersangka memang sudah seringkali melakukan pencurian motor di wilayah Kota Malang dengan modus potong gembok. Bahkan gembok yang dipotongnya juga dibawa,” lanjutnya.
Saat dihukum pun, Fendi mengaku pernah melakukan pencurian di 48 TKP. Dari tertangkapnya Fendi ini, anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Satreskrim Polres Malang Kota juga memburu Tri Abdi Santoso, 31 tahun, dan Agus Wahyudi, 28 tahun, keduanya warga Desa Bumirejo, Dampit yang menjadi penadah motor curian Fendi. “Dari kasus ini, kami berhasil mengamankan tiga motor curian, yakni Honda CBR 150, 2011, N 6070 B, Honda Vario, 2010, N 4777 AN dan Suzuki Satria, 2011, AG 2701 HY. Sisa motor curian masih kami lacak keberadaannya,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu. (mar)