Disita, Ribuan Pil LL dan Ganja

MALANG- Kota Malang masih menjadi lahan empuk untuk pengedar narkoba ataupun pil LL. Buktinya, anggota Satreskoba Polres Malang Kota berhasil menangkap Ahmad Zaini alias Bolot, 30 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Malang. Dari tangannya, polisi menyita satu strip ganja seberat 30 gram dan 25.000 butir pil LL. Saat ini, polisi masih memeriksa pemuda tersebut secara intensif. Menurut Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, tersangka memang sudah lama diincar polisi.
Saat tersangka yang bekerja sebagai penjaga kos di sebuah rumah Jalan Patimura Malang ini membawa ganja, beberapa petugas kemudian menyergapnya. “Dia belum pernah dihukum. Sekarang, penyidik masih mengembangkan jaringan ganja dan pil LL yang didapatnya,” terang dia. Sedangkan Kanit Idik II Satreskoba Polres Malang Kota, Iptu Gunarso menjelaskan, tersangka mengakui membeli ribuan pil LL itu dari salah seorang temannya yang sekarang menjadi buruan petugas.
“Dia disergap atas kepemilikan ganja. Setelah anggota reskoba memeriksa rumahnya, ternyata ditemukan ribuan pil itu yang masih disegel dan belum beredar sama sekali. Tersangka mengaku membeli ribuan pil tersebut seharga Rp 5 juta secara kontan,” paparnya. Akibat perbuatannya itu, Ahmad Zaini dikenai Pasal 111 ayat 1 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 12 tahun. Sumber Malang Post lain menerangkan, tersangka sebenarnya merupakan pemain lama dalam dunia narkoba.
Sementara itu, dalam waktu bersamaan, Polsekta Klojen mengungkap kasus pencurian di salah satu salon Jalan Yulius Usman Malang. Tersangkanya yakni Sulis Junaidi, 32 tahun, warga Jalan LA Sucipto Malang. Sebagai barang buktinya, polisi menyita satu linggis ukuran 58 cm dan satu tas punggung. “Sedangkan barang curian yang berhasil kita amankan yakni satu unit BlackBerry, satu unit HP Smartfren dan tiga unit laptop berbagai merek,” papar Kapolsekta Klojen, Kompol Eko Hengky Prayitno kemarin. Dia mengaku, pihaknya masih mengejar pelaku lain. “Tersangka terlacak dari olah TKP dan rekaman CCTV yang terpasang di TKP,” tegas dia. (mar)