Polisi Bekuk Tiga Pengedar Pil LL

DIAMANKAN: Ketiga budak narkotika jenis pil LL diamankan bersama barang buktinya.

MALANG– Tiga pemuda pengedar pil LL di wilayah Malang Utara, Kamis (4/7) lalu diamankan anggota Satreskoba Polres Malang di rumahnya masing-masing. Ketiganya yakni Muhammad Alwi, 19 tahun, warga Jalan Sumberwuni, Desa Kalirejo, Lawang, Muhammad Zainul Arif alias Mbek, 18 tahun, warga Jalan Anjasmoro Gg III, Desa Turirejo, Lawang dan Asrul Junaedi, 23 tahun, warga Jalan Kertarejasa, Kelurahan Candirenggo, Singosari. Polisi juga menyita pil LL sebanyak 374 butir. “Kali pertama yang ditangkap adalah Zainul Arif  lalu berkembang ke dua tersangka lainnya,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Penangkapan ketiganya sendiri, menurut mantan Kanitreskrim Polsek Tirtoyudo ini, bermula dari informasi masyarakat yang mengatakan kalau Zainul Arif, memakai sekaligus menjual pil LL. Berdasarkan informasi itu, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu diketahui tersangka dia baru mendapat pasokan pil LL, petugas langsung menangkapnya.
Dalam pemeriksaan, dia mengaku mendapat pil itu dari Muhammad Alwi. Satu tik berisi delapan butir pil LL dibeli dengan harga Rp 10.000. Kemudian jika dijual lagi, harganya tetap Rp 10.000, namun hanya berisi tujuh butir. “Satu butir sisanya bonus saya untuk dipakai sendiri,” ujar Zainul Arif. Dari pengakuan itulah, petugas lalu menangkap Alwi di rumahnya. Ketika ditangkap dia kedapatan membawa pil LL sebanyak 14 butir. Dia mengakui kalau dirinya yang memang menjual pil koplo kepada tersangka.
Alwi sendiri, ketika diperiksa mengaku mendapat pil LL itu dari Asrul Junaedi. Dia membeli satu tik berisi delapan butir seharga Rp 10.000, dan dijual lagi dengan harga dan isi yang sama. “Kalau menjual kepada Zainul Arif ini, saya sama sekali tidak mengambil keuntungan,” katanya.
Dan berdasarkan nyanyian Alwi inilah, petugas lalu menangkap Asrul Junaedi dan mengamankan 340 butir pil koplo dari tangannya. Asrul mengaku kalau pil setan itu, dibeli dari seorang temannya berinisial IN, warga Kediri. Dia membeli pil koplo pada IN, kemudian dijual lagi sudah lama.
Setiap kali beli selama dua minggu sekali, dia membeli 400 butir pil dengan harga Rp 400.000. Kemudian dijual lagi per-100 butir seharga Rp 125.000. “Saya memesannya lewat telepon terlebih dahulu. Setelah dikatakan barang ada, saya datang ke Kediri untuk mengambil barangnya,” tuturnya. Sementara, akibat perbuatannya tersebut ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 196 sub pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 30 Tahun  2009 tentang kesehatan. (agp/mar)