121 Imigran Ditangkap, Puluhan Berhasil Kabur

MALANG – Wilayah perairan di Kabupaten Malang, benar-benar menjadi surganya imigran gelap. Meski beberapa kali imigran itu tertangkap, ternyata tidak menyurutkan minat mereka untuk mencari ‘dunia baru’, dengan pintu masuk di Malang Raya.
Kemarin, sekitar 121 imigran gelap, kembali diamankan. Itu berarti rombongan kelima yang mencoba melintas di wilayah ini. Ratusan imigran dari Iran, Pakistan dan Afghanistan itu, diamankan dari sebuah rumah dan gudang milik Suwedi dan Misirin, di Dusun Sumbersuruh, Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Saat digrebek oleh petugas Polsek Sumbermanjing Wetan, diback up Polres Malang, TNI AD, TNI AL dan Satpolair Polres Malang, imigran itu terdiri dari enam anak-anak, 29 orang perempuan dewasa dan 86 orang laki-laki dewasa ini sedang istirahat. Sementara pemilik rumah yang menjadi tempat transit para imigran ini, kabur dan masih belum diketahui keberadaannya.
‘’Selain dari Afghanistan, Pakistan dan Iran, katanya mereka juga mengaku ada yang merupakan kelahiran Turki, Persia dan Suriah,’’ ungkap salah satu anggota TNI AD, di lokasi pengamanan.
Namun ketika mau diamankan, beberapa imigran gelap ini sempat meronta. Mereka berusaha melawan dan kabur. Sekitar sembilan orang lari ke hutan. Mereka berhasil lolos, karena lokasi yang menjadi transit, merupakan dusun terpencil yang masuk kawasan hutan.
Sebagian besar berhasil digiring petugas naik truk, untuk dibawa ke kantor imigrasi. Hanya saja mereka sempat berulah. Setelah 90 imigran dinaikkan truk, 22 imigran lainnya menolak. Mereka memilih jalan kaki. Alasannya, mereka ingin mencari rumah sakit karena ada salah satu imigran yang demam.
Kendati terus dirayu, tetapi mereka tetap menolak. Terpaksa petugas dari Kepolisian dan TNI AD serta AL, hanya bisa mengikuti mereka dari belakang. Tak urung, aksi imigran yang jalan kaki itu, menjadi tontonan warga.
‘’Kami tidak mau ke kantor imigrasi, karena kami tidak bermaksud ke Australia. Kami ini liburan bersama keluarga. Kalau ke kantor polisi mau, tetapi tidak naik truk tapi jalan kaki,’’ tutur Kasat Sabhara Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, menirukan perkataan salah satu imigran gelap saat dirayu untuk naik truk.
Tapi lagi-lagi mereka berbuat ulah. Setelah semua imigran berhasil dinaikkan truk dan dibawa ke kantor imigrasi, mereka justru kembali kabur. Imigran itu, memanfaatkan kelengahan petugas, saat polisi dan petugas imigrasi berkoordinasi.
Nyaris semua imigran yang dibawa ke kantor imigrasi kabur. Hanya tersisa enam orang yang tidak sempat lari, karena sedang salat. Mereka bisa kabur karena saat tiba di Kantor Imigrasi Klas I Malang, tidak langsung dimaksukan sel. Bahkan pintu sel seakan tertutup bagi para imigran gelap itu.  
Mereka justru dibiarkan berada di lorong antara sel dan ruang pelayanan. Lokasi tersebut tak jauh dari jalan raya. Sudah begitu,  jumlah petugas tidak berimbang dengan jumlah imigran gelap.
Melihat petugas sedang sibuk berkoordinasi, satu per satu dari para imigran gelap itu ambil langkah seribu.
Sontak petugas langsung melakukan pengejaran. 10 imigran berhasil ditangkap di Jalan Gotong Royong. Mereka sempat melawan. Bahkan seorang imigran nyaris memukul seorang petugas menggunakan kayu. Kamera seorang fotografer pun jadi sasaran dipukul menggunakan botol air minum kemasan.  
Setelah petugas melakukan pendekatan, mereka akhirnya tenang. Di depan petugas, 10 orang itu menunjukan paspor dan visa.
Kepala Kantor Imigrasi Klas I Malang, Ali Yamang Hasan SH MH menjelaskan, para imigran gelap itu kabur saat sedang menunggu proses penyerahan dari Polisi kepada Imigrasi. ‘’Saat itu kami masih sedang mendata,’’ katanya.
Dia mengaku belum mengetahui secara detail jumlah imigran gelap yang akan diserahkan kemarin. Pasalnya mereka sudah kabur saat akan melakukan proses pendataan.
Ali membantah pihaknya melakukan pembiaran. Dia juga menegaskan bahwa Imigrasi enggan menerima para imigran gelap. ‘’Sudah menjadi tugas kami. Tadi sedang menunggu proses penyerahan,’’ tandas Ali.
Disisi lain, lanjut dia, karena banyaknya imigran gelap itu, tidak mungkin langsung dimasukan dalam sel. Apalagi jumlahnya tidak seimbang dengan kapasitas sel yang hanya bisa menampung maksimal 50 orang.
‘’Tidak mungkin kami membawa masuk mereka ke dalam ruang dalam karena sedang berlangsung pelayanan. Kalau mereka (imigran gelap) marah dalam ruang pelayanan, bisa mengganggu kenyamanan pelayanan di dalam,’’ jelasnya.
Sementara itu tidak mungkin semua petugas Kantor Imigrasi Klas I Malang dikerahkan untuk melakukan pengamanan. ‘’Personil kita 59 orang. Mereka juga melayanu masyarakat,’’ katanya.
Dari hasil pendataan imigran yang kembali bisa diamankan, terdapat satu keluarga berjumlah sembilan orang asal Iran memiliki paspor dan visa dengan tujuan liburan.
‘’Kita sedang telusuri keberadaan mereka (yang punya paspor) dengan yang tidak memiliki paspor,’’ ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Klas I Malang, Romi Yulianto.
Sebelumnya, pada 2 September 2012 lalu, sebanyak 47 imigran diamankan di pesisir Pantai Sipelot Desa Pujiharjo – Tirtoyudo. Kemudian 17 Oktober sebanyak 67 imigran digrebek saat sembunyi di Villa Kota Batu.
Pada 15 Desember 2012, kembali di Pantai Sipelot – Tirtoyudo sebanyak 28 imigran diamankan. Dan kembali 21 imigran diamankan di perairan Pantai Sendangbiru – Sumbermanjing Wetan pada 26 Maret 2013.
Sedangkan imigran yang berhasil diamankan kemarin, kabarnya ke 121 imigran itu kabur dari Blitar. Kemudian dengan dinaikkan truk serta mobil travel dibawa ke rumah Suwedi dan tiba dini hari kemarin sekitar pukul 01.30.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa mereka (imigran gelap) ini akan bertujuan ke Australia. Namun kapan mereka akan berangkat dan menggunakan jalur lintas mana, masih belum diketahui.
‘’Untuk pemilik rumah saat ini masih dikejar oleh Kasatreskrim (AKP Decky Hermansyah) bersama anggota. Kalau nantinya tertangkap dan terbukti melakukan perlindungan atau menyembunyikan imigran gelap ini, pasti akan kami proses sesuai hukum,’’ tegas mantan Penyidik KPK ini.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Malang Post, petang kemarin dua orang berhasil diamankan oleh Reskrim Polres Malang. Mereka ini adalah kernet truk yang mengangkut para imigran. Hanya saja, untuk kepentingan penyidikan identitasnya masih dirahasiakan. ‘’Ada dua orang yang kami amankan dan diperiksa. Mereka warga Sumbermanjing Wetan. Untuk pemilik rumah masih kabur,’’ ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Haryanto. (agp/van/avi)