Tertipu Emas Batangan Soekarno Palsu

DUKUN PALSU: Kasubag Humas Ipda Soleh Mas'udi ketika menginterogasi tersangka dukun palsu yang diamankan.

KEPANJEN – Seorang dukun asal Dusun/Desa Maduarjo, Kecamatan Ngajum, Jumat malam lalu terpaksa digelandang ke Mapolres Malang. Kasemin, 69 tahun, dukun palsu ini ditangkap karena melakukan penipuan. Korbannya Yulita Dwi Widyasari, 20 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Bantur.
Kakek dua cucu ini, dibekuk di rumahnya setelah mendapat laporan dari korban. Barang bukti yang diamankan beberapa bahan perlengkapan ritual serta 10 batang kuningan emas palsu bergambar Soekarno dan Garuda.
“Saya ini tidak menipu pak. Batangan itu bukan saya mendatangkan. Tetapi makhluk gaib yang memberikan dari hasil ritual itu. Kalau ternyata batangan emas itu palsu saya tidak tahu,” tutur tersangka Kasemin.
Diperoleh keterangan, aksi penipuan yang dialami korban Dwi ini, bermula saat dia bersama kekasihnya Devi Noris Sanjaya, 25 tahun, warga Jalan Simpang Kepuh, Kota Malang diberitahu temannya bernama Agung Teguh, kalau ada orang pintar yang bisa mendatangkan emas. Termasuk bisa mengeluarkan batangan emas peninggalan Ir Soekarno secara gaib.
Karena tertarik dengan apa yang dikatakan temannya itu, Dwi bersama kekasihnya Noris lalu mengajak temannya dating ke rumah tersangka pada 3 Juli lalu sekitar pukul 15.00. Setiba di rumah tersangka, korban dan kekasihnya langsung mengutarakan keinginannya kalau dia ingin mendapat batangan emas secara gaib.
Mendapat permintaan itu, tanpa berpikir panjang tersangka langsung mengiyakan. Syaratnya korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta, sebagai mahar untuk membeli minyak melati kraton. Dalihnya minyak melati kraton itu, untuk mendatangkan makhluk gaib yang akan mengantarkan batangan emas.
Selanjutnya, saat itu juga korban langsung menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta kepada tersangka. Setelah menerima uang, tersangka lalu menyiapkan upacara ritual dengan menaruh bahan-bahan ritual seperti kembang, dupa dan minyak melati kraton di atas nampan. Baru setelah itu, tersangka mengajak korban untuk melakukan ritual.
Selama melakukan ritual korban diminta untuk menutup kedua matanya. Saat itulah, tersangka lalu menaruh 10 batangan emas palsu di atas nampan. Batangan itu seolah-olah yang mendatangkan adalah makhluk halus. Setelah ritual selesai, korban kemudian diminta untuk mengambil batangan emas palsu itu.
Korban sendiri baru mengetahui kalau batangan emas itu palsu, setelah berniat menjualnya. Ketika dicek ternyata batangan itu hanya besi biasa yang berlapis kuningan mirip emas. Karena merasa tertipu korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Malang. “Tersangka ini kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.(agp/aim)