3 Jam, 3 Indomaret, Rp 33 Juta

MALANG- Hanya dalam waktu tiga jam, tiga toko Indomaret di Kota Malang dirampok, dini hari kemarin. Peristiwa itu menambah daftar panjang toko Indomaret yang menjadi sasaran penjahat jalanan. Sebelumnya, Selasa (2/7) pagi, Indomaret Jalan Bungur Malang disatroni tiga perampok bersenjata pistol. Mereka berhasil membawa kabur uang Rp 1,2 juta dari laci kasir. Meski terekam CCTV, namun kedua karyawan Indomaret, yakni Samsudin dan Mulyo Hartono, hanya bisa terdiam. Kali ini, perampok kembali menyatroni tiga pertokoan modern tersebut. Hanya dalam waktu tiga jam, tiga perampok bersenjata pistol berhasil menguras uang Rp 33 juta dan beberapa barang kebutuhan rumah tangga dari tiga toko milik PT. Indomarco Prismata Malang tersebut.
Informasi yang dihimpun, Indomaret Sumbersari yang menjadi sasaran pertama. Para perampok datang menggunakan satu sepeda motor, pukul 01.50. Dua orang  langsung masuk ke dalam toko sambil menodongkan dua pistol ke arah dua karyawan Indomaret, Eko dan Akmal. Sedangkan seorang pelaku lainnya, menunggu di tempat parkir sambil melihat situasi sekitar. Hanya dalam hitungan detik, Eko yang berada di dekat kasir dipukul dan ditendang hingga terjengkang ke area meja kasir. Sementara Akmal disuruh untuk membuka brankas yang berada di lantai dua. “Hanya sekitar 20 menit, mereka lalu pergi setelah mendapat uang Rp 12 juta dari brankas,” terang salah satu karyawan Indomaret yang enggan disebutkan namanya.
Sayangnya, di tempat ini, perampokan itu tidak terekam CCTV. “Saat kejadian, data CCTV hilang. Timer waktunya juga nggak jelas,” ujar karyawan tersebut.  Sekitar pukul 02.30, giliran Indomaret Ciliwung Timur yang menjadi sasarannya. Tiga pelaku diduga sama, masuk ke dalam toko sambil menodongkan dua pistol ke arah dua pegawai, Miftakhul dan Didik. Tanpa ada perlawanan, ketiganya berhasil mengambil uang Rp 11 juta yang disimpan dalam brankas di lantai dua hanya dalam waktu 10 menit. Kepada polisi, Miftakhul dan Didik mengaku hanya tertegun dan diam melihat aksi ketiga pelaku.
Aksi perampokan tidak hanya berhenti disitu. Sekitar pukul 04.10, ketiga pelaku kembali mengulangi perbuatannya di Indomaret Nusakambangan. Di toko yang berada dekat gang tembusan rumah makan Soto Lombok itu, hanya dua pelaku yang masuk ke dalam toko sambil menodongkan sepucuk pistol. Menurut Endang Susiloningsih, salah seorang penunggu pasien di rumah sakit Panti Waluyo (RKZ), dia melihat dari jauh seorang pelaku menodongkan pistol ke
Arah dua karyawan, Diono dan Nanda. “Dia akhirnya sempat menembakkan pistol itu ke langit-langit Indomaret saat hendak pergi,” kata warga Jalan Ikan Piranha Malang itu.
Dalam catatan anggota Polres Malang Kota, di toko ini, selain membawa kabur uang Rp 10 juta dari dalam brankas, pelaku juga membawa kosmetik, pembersih wajah, enam slop rokok dan susu kaleng yang tertata di rak display kasir. Tiga kasus ini, tak urung membuat seluruh anggota Satreskrim Polres Malang Kota dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Menurut sumber terpercaya Malang Post, anggota reskrim dibagi menjadi tiga unit untuk menyelidiki masing-masing TKP perampokan. Sayangnya, dikonfirmasi perihal perampokan beruntun yang menimpa toko-tokonya, Roy Arifin, Area Manager PT. Indomarco Prismatama Malang memilih bungkam. Bahkan telepon selulernya berulangkali hidup dan mati seharian kemarin. (mar)

Perawakan Gemuk, Pakai Masker
SEDIKIT banyak, jajaran Satreskrim Polres Malang Kota mengambil kesimpulan tentang ciri-ciri pelakunya dari empat kasus perampokan yang terjadi di toko Indomaret ini. Polisi meyakini bila empat perampokan tersebut dilakukan oleh orang yang sama. Ciri-ciri ini didapat dari keterangan para karyawan Indomaret yang ditodong dan hasil rekaman CCTV yang hingga semalam masih dipelajari tim khusus ini. “Dari keterangan saksi, karyawan dan rekaman CCTV, pelaku teridentifikasi berperawakan gemuk. Namun, raut wajah masih didalami karena saat mereka masuk ke dalam toko, mengenakan masker dan helm,” ungkap salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota.    
Motor yang digunakan dalam beraksi pun juga sama. Dalam empat kasus itu, pelaku membawa motor Yamaha Mio warna biru. Untuk melengkapi aksinya, mereka juga membawa tas untuk menyimpan pistol. “Sesuai keterangan yang diberikan karyawan empat Indomaret yang dirampok itu, pistol yang digunakan mirip jenis FN,” paparnya.  Dikonfirmasi beberapa kabar tersebut, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Ya, semuanya masih kita selidiki untuk mencari informasi yang lebih banyak,” ujarnya kemarin siang.
Namun dia mengatakan, dari hasil olah TKP di Indomaret Nusakambangan, tembakan yang dikeluarkan oleh pistol pelaku, dinyatakan bukan senjata organik standar Polri atau TNI.
Alasannya, polisi tidak menemukan lubang dari letusan senjata itu. Dengan kata lain, peluru yang dilontarkan dari pistol pelaku, tidak membuat lubang di atap toko Indomaret Nusakambangan. Melihat fakta itu, dugaan kuat, pelaku mengancam para korbannya dengan menggunakan pistol air soft gun yang mirip dengan jenis FN. “Tapi kita belum mengarah ke sana. Masih perlu pendalaman terkait masalah itu,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sementara itu, sehari sebelumnya, saat berkunjung ke Polres Malang Kota, Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono meminta semua polisi yang bertugas di Jatim untuk meningkatkan kewaspadaannya menjelang bulan Ramadan ini. Dia tidak menampik bila, aksi kejahatan saat datangnya bulan suci hingga lebaran nanti akan meningkat.  “Anggota tetap diminta untuk melakukan operasi Patuh dan operasi Pekat agar tercipta kondisi yang aman agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik,” ujar lulusan Akpol tahun 1985 itu.
Dalam hal masalah keamanan ini, mantan Kapolda Kalbar itu meminta semua anggotanya tidak terlena dan terus menerus melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang rawan. “Patroli harus terus ditingkatkan. Lakukan operasi-operasi untuk memberantas curas, curat, curanmor dan kejahatan lainnya,” tegas Unggung, panggilannya. Jenderal bintang dua yang baru saja meletakkan jabatannya sebagai Kakorbrimob Polri itu mengaku wilayah kota dan kabupaten Malang juga menjadi atensi khusus dari Polda Jatim karena masih maraknya kejahatan jalanan. (mar)