Rampok Merajalela, CCTV Tak Membantu

MALANG - Penyelidikan terhadap pelaku perampokan di empat Indomaret, masing-masing Bungur, Sumbersari, Ciliwung Timur dan Indomaret Nusakambangan, mulai diintensifkan kepada dua hal. Yakni residivis yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan dan mantan orang dalam yang keluar dari perusahaan itu. Analisa petugas dari empat tempat kejadian perkara (TKP) ini, hampir pasti disimpulkan bila pelakunya sangat profesional dan paham benar terhadap seluk beluk pertokoan dibawah manajemen PT. Indomarco Prismatama Malang tersebut.
Dasar lain alasan ini, di hampir semua tempat, pelaku beraksi rata-rata sekitar 10 menit dan langsung menuju brankas yang letaknya hanya diketahui oleh karyawan Indomaret dan manajemen toko tersebut.
‘’Hanya di Indomaret Sumbersari yang beraksi cukup lama. Sekitar 20 menit. Dugaannya itu untuk melihat posisi sebenarnya brankas berada. Kalau sudah tahu persis letaknya, di Indomaret lain, pelakunya yakin tempat brankas juga berada pada posisi yang sama,’’ ungkap sumber Malang Post di Polres Malang Kota.
Menurut pria yang minta tidak disebutkan identitasnya itu mengemukakan, anggota Satreskrim dan unit reskrim polsek jajaran Polres Malang Kota, juga menganalisa ada hubungan pelaku antara perampokan empat Indomaret di kota Malang dan  perampokan Indomaret, di Jalan Veteran, Bugulkidul, Kota Pasuruan, Jumat (31/5) lalu.
‘’Ada benang merah dari kasus perampokan yang di Pasuruan dan Malang. Pelaku sama-sama mengenakan motor matic, mengenakan helm dan penutup wajah serta menggunakan dua pistol untuk mengancam karyawan Indomaret,’’ urai dia.  
Boleh dikata, lanjutnya, pelaku merupakan jaringan perampok antarkota spesialis toko modern. Yang disayangkan petugas, kamera pengintai di beberapa sudut pertokoan modern itu dianggap tidak cukup membantu dalam hal penyelidikan.
‘’Memang kelihatan aksi perampokannya tapi gambar yang muncul di CCTV tidak jernih dan tajam. Apalagi, pelakunya mengenakan helm dan penutup wajah. Termasuk pelaku yang berjaga di tempat parkir, juga kelihatan samar-samar,’’ papar Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK, kemarin siang.
Dijelaskan lulusan Akpol tahun 2003 itu, anggotanya dianggap sudah melakukan penyelidikan secara maksimal untuk mengungkap kasus ini. Namun, keterbatasan kurangnya saksi lain yang mengetahui peristiwa perampokan di empat Indomaret ini membuat penyelidikan cukup alot.
‘’Yang sudah diperiksa sebagai saksi hanya karyawan Indomaret yang menjadi korban perampokan saja. Saksi lain masih belum ada,’’ tegas mantan Kanit Idik II Satreskrim Polrestabes Surabaya itu. Seperti diberitakan sebelumnya, hanya dalam waktu tiga jam, tiga toko Indomaret di Kota Malang dirampok, Sabtu (6/7) dini hari. Tiga perampok bersenjata pistol berhasil menguras uang Rp 33 juta dan beberapa barang kebutuhan rumah tangga dari tiga toko tersebut. (mar)