Sisir Pantai Kondang Merak, 50 Anggota SAR Diturunkan

SISIR : TIM SAR gabungan menyisir Pantai Kondang Merak untuk mencari jasad tiga anggota jamaah DPI yang tenggelam pada akhir pekan kemarin.

Tiga Jasad Anggota DPI Belum Ditemukan
BANTUR – Jamaah Dakwah Pemuda Islam (DPI) Kota Malang, sedang berduka. Tiga anggota jamaah pimpinan Habib Muhammad Al Habsi ini, hilang tenggelam di Pantai Kondang Merak Desa Sumberbening Kecamatan Bantur, akhir pekan lalu. Ketiganya terbawa ombak ke tengah laut, ketika sedang mandi. Hingga petang kemarin, ketiganya masih belum diketemukan.
Ketiga korban Rudi, 41 tahun, warga Dusun Krobyokan, Desa Jedong, Kecamatan Wagir. Husnul, 17 tahun, warga Jalan S Supriadi Gang 4B, Ngaglik RT 02 RW 09, Sukun. Dan Anto, 35 tahun, warga Jalan Ir Rais Gang 9, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun.
Selain mereka bertiga, sebetulnya ada dua korban lainnya yang sempat terbawa ombak. Yaitu Ansori, 29 tahun, warga Jalan S Supriadi Gang 4B Sukun serta pimpinan jamaah Habib Muhammad Al Habsi, 30 tahun, warga Kelurahan Bareng Raya Kecamatan Klojen. Keduanya sempat terbawa ombak ketika berniat menolong ketiga korban. Namun beruntung keduanya bisa tertolong setelah berhasil diselematkan oleh warga sekitar.
Ansori saksi mata sekaligus salah satu korban yang selamat, menuturkan rombongan DPI yang datang ke Pantai Kondang Merak, Minggu (7/7) sekitar 40 orang. Rombongan berangkat dari Jalan Raya Bareng, tempat tinggal Habib Muhammad Al Habsi sekitar pukul 08.00. Mereka berangkat dengan menggunakan mobil APV, Carry, dua mobil pick up serta satu kendaraan truk. Tiba di lokasi Kondang Merak sekitar pukul 10.00.
“Tujuan kami ke Kondang Merak ini tidak dalam rangkaian kegiatan apapun. Kami hanya rekreasi sekaligus penyambutan datangnya bulan Ramadhan. Dan perpisahan seperti ini sudah setiap tahun, kalau tahun sebelumnya di Kota Batu. Karena nantinya selama Ramadhan, fokus kami adalah puasa tidak ada kegiatan lain,” terang Ansori yang dibenarkan oleh Jaelani, jamaah DPI lainnya.
Setiba di Pantai Kondang Merak, seluruh jamaah langsung bermain. Dan ketika laut sedang surut, jamaah lainnya ada yang memilih untuk bermain sepak bola di tepi pantai. Sedangkan ketiga korban, mandi di pantai sembari membawa bendera DPI. “Saat itu ketinggian air laut saat surut hanya sampai perut saja. Bahkan mereka sempat minta untuk difoto,” tutur Ansori.
Namun tiba-tiba, datang ombak yang langsung menggulung tubuh ketiga korban. Habib Muhammad Al Habsi dan Ansori yang melihat ketiga temannya terbawa ombak, berusaha menolong. Namun keduanya malah ikut terbawa ombak. Tetapi mereka masih bisa diselamatkan warga.
“Kami sudah menghimbau supaya tidak mandi di lokasi itu. Sebab itu adalah jalan perahu yang arus bawahnya (puseran) sangat besar. Tetapi mereka tetap saja mandi hingga terbawa ombak. Dan ini adalah kejadian orang tenggelam kedua. Sebelumnya sekitar lima tahun lalu, ada orang Cina yang tenggelam,” ungkap Miseri, nelayan sekaligus warga sekitar pantai.
Disinggung apakah ada firasat dan kata terakhir yang disampaikan ketiga korban ? Jaelani mengatakan sama sekali tidak ada firasat apapun. Hanya saja sebelum tenggelam, ketiganya ini terlihat ceria sekali dan sempat bernyanyi salawatan sendiri.
Sementara itu, ada sekitar 50 personil gabungan yang melakukan pencarian terhadap ketiga tubuh korban. Mereka gabungan dari SAR Trenggana, MSR, Koramil Bantur, Polsek Bantur, SAR Mahameru, Polairut, SAR Terpadu serta TNI AL. Pencarian sendiri dibagi empat Searc Rescue Unit (SRU). SRU I mencari di sekitar Pulau Rawagebang, SRU II di Pulau Teratai Wulung, SRU III di Pulau Sogo dan SRU IV sekitar Pantai Balekambang sampai Pantai Nganteb.
“Pencarian SRU I sampai III itu kami pusatkan ke arah barat. Itu karena melihat arah angina serta ombak yang menuju ke barat. Pencarian kami lakukan sejak pagi tadi (kemarin, red) pukul 05.00, sampai malam nanti,” ungkap Andi Susetyo, Koordinator SAR Mahameru yang dibenarkan oleh Kasatpolair Iptu Slamet Prayitno dan Kapolsek Bantur, AKP M Azwandi.(agp/aim)