Ditinggal Tarawih, Rumah Mantan Dandim Dimaling

MALANG - Rumah mantan Dandim  Nabire (Papua),  Kolonel (Purn) Maulud Hidayat (64 tahun) di Jalan Danau Tondano A3 F34 diobok-obok maling, Selasa (9/7) malam lalu. Ketika itu, Maulud sekeluarga tengah melaksanakan ibadah tarawih di masjid dekat komplek perumahan. Saat tiba di rumah, pintu dalam kondisi terbuka, sejumlah uang dan perhiasan senilai Rp 75 juta raib.
Pencuri mengambil harta korban yang ada di dua kamar tidur. Di kamar utama mereka mengambil sekitar 13 jam tangan mewah. Antara lain jam tangan merek Rado seharga Rp 10 juta, jam tangan Bonia, Alexander Christie dan Guess. Di kamar kedua, Maling mengambil dua jam tangan milik putri pasangan Maulud Hidayat dan Nurhayati.
Korban juga kehilangan perhiasan emas 70 gram, laptop, serta dua telepon genggam. Termasuk uang pensiun Maulud sebesar Rp 5 juta yang telah ditukar ke bank dalam lembaran Rp 5000. Rencananya uang itu digunakan untuk santunan ketika lebaran nanti.
Pelaku diperkirakan lebih dari dua orang telah mengintai kawasan tersebut. Keluarga Maulud telah tarawih sejak Senin malam lalu, diperkirakan kondisi itu telah diketahui pencuri. Ketika keluarga itu tarawih, mereka kemudian masuk rumah dengan cara naik pagar besi setinggi 1,5 meter.Pelaku lantas merusak pintu garasi dengan linggis,  pola itu juga dipakai saat masuk ke dua kamar. Pencurian dilakukan sejak keluarga itu berangkat tarawih pukul 18.30 dan tiba kembali pukul 20.00. namun mereka tak sempat mencuri mobil Rush yang ada di garasi serta sepeda motor Scoopy.”Mereka sepertinya sempat mencari kunci pagar, namun tidak menemukan sehingga tak membawa mobil dan sepeda motor,” aku Nurhayati istri Kolonel (Purn) Maulud Hidayat kepada Malang Post.
Perempuan itu mengaku dirinya memang memiliki koleksi jam tangan mewah. Dari 10 koleksinya, pelaku hanya meninggalkan satu jam tangan yang paling murah. Suaminya memiliki lima koleksi jam, juga ditinggali satu jam tangan. Namun dari lima koleksi jam tangan anak mereka, pelaku menyisakan tiga jam tangan di kamar.
”Kami pernah kecolongan sepeda motor milik anak mantu saya, itu pada sudah tahun lalu,”
Mereka sendiri sadar rumahnya kemalingan saat pulang dari tarawih. Keluarga itu keluar dari rumah berbarengan naik satu mobil. Selesai tarawih mereka berencana membeli kebab. Namun saat lewat depan rumah, pintu garasi dalam posisi terbuka, setelah dicek ternyata rumah telah berantakan.”Semua dalam kondisi berantakan, sehari-hari rumah ini hanya ditinggali lima orang, saya, bapak, anak, menantu dan satu cucu,” tandasnya.(ary/nug)