Mahasiswa Budak Narkoda dan Penjudi Dibasmi

MALANG - Memasuki awal Ramadhan, Polres Malang Kota berhasil meringkus budak narkoba dan dua penjudi. Antara lain, mahasiswa sebuah PTS di Kota Malang berinisial PG (20 tahun) tertangkap tangan membawa ganja 2,5 gram. Polisi juga menangkap dua penjudi yakni SD (41 tahun) bandar togel, serta EA (20 tahun) pengecer togel.  
Untuk kasus narkoba tersebut, Polisi menangkap EA saat melintas di kawasan Tlogomas. Pemuda ini baru saja mengambil barang haram itu dari rekannya di Karangploso. Rencananya, ganja itu bakal dia nikmati sendiri di kamar tidur.”Ganja ini tidak saya edarkan, mau saya pakai menjelang tidur di kamar kos,” akunya kepada petugas.
Barang itu didapatkan PG dari bandar berinisial CH yang kini tengah diburu petugas. Mereka sudah kenal selama satu bulan, kemudian berlanjut dengan transaksi. penangkapan PG sendiri merupakan hasil pengembangan dari Satnarkoba Polres Malang Kota.
”Secara rutin Polisi akan terus memburu pelaku kriminal lainnya. Agar selama bulan Ramadhan umat Islam bisa menjalan ibadah dengan tenang,” tegas Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko G.Selain narkoba, kata Dwiko, Polisi juga getol memberantas perjudian. Salah satunya dengan menangkap SD (41 tahun) bandar togel asal Jalan Pranoto Klojen. Pria ini ditangkap di Jalan Majapahit  Splendid. ”Dia ditangkap saat hendak menunggu anak buahnya, dia adalah bandar,” ujar Dwiko.
Omset SD sendiri sekitar Rp 300 ribu  – Rp 450 ribu untuk satu kali rekap togel. Dia kemudian mendapatkan untung bulanan berkisar Rp 2 juta  – Rp 3 juta. Bandar togel menjadi pekerjaan utama SD, selain menjadi tukang bangunan.”SD sudah pernah dihukum dalam kasus sama pada tahun 2003-2004 vonis 6 bulan, dia pemain lama yang buka dua bulan lalu,” ujarnya.
Untuk mengetahui nomor togel yang keluar, SD juga rajin mengakses internet. Bersama barang bukti, polisi menyita uang Rp 230 rubu serta satu buah ponsel.”Kami juga mengamankan EA 20 tahun bekerja karyawan swasta pabrik plastik kawasan Pakisaji,” imbuh Dwiko.
EA ini ditangkap saat hendak kirim setoran kepada salah satu bandar. Bandar tersebut kini berstatus daftar pencarian orang oleh Polres Malang Kota. Setiap kali transaksi, EA mendapat komisi 10 persen. ”Jadi EA ini pengecer sekaligus nombok, kami amankan uang tunai Rp 139 ribu dan telepon genggam,” tandasnya.(ary/nug)