Polsek Kepanjen Bekuk Perampas Motor

DIBEKUK: Keempat anggota komplotan perampasan sepeda motor berhasil dibekuk Polsek Kepanjen..

TAJINAN– Komplotan pelaku perampasan motor yang selama ini gentayangan di sekitar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, berhasil dibekuk anggota unit Reskrim Polsek Kepanjen, Kamis (11/7) lalu. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing bersama dengan barang bukti enam unit sepeda motor berbagai jenis tanpa dilengkapi surat. Keempat tersangka yakni MS, 16 tahun, HN, 17 tahun dan Irawan, 20 tahun. Ketiganya ini adalah warga Dusun Purboyo, Desa Purwosekar, Tajinan. Mereka bertugas sebagai eksekutor untuk merampas motor dari tangan korban. Sedangkan satu tersangka lagi adalah Muhammad Saroji, warga Klayatan, Desa Gunungronggo, Tajinan. Pria 29 tahun ini, penadah sekaligus makelar untuk menjualkan motor hasil rampasan.
“Mereka ditangkap secara terpisah di rumahnya masing-masing. Kali pertama kami amankan adalah Saroji yang kemudian mengembang ketiga tersangka lainnya. Itu setelah kami mendapat petunjuk bahwa dia merupakan salah satu komplotan pelaku perampasan,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto. Menurut mantan Kapolsekta Lowokwaru itu, penangkapan keempat tersangka bermula dari laporan perampasan sepeda motor yang terjadi 29 Mei lalu sekitar pukul 22.00 di sekitar Stadion Kanjuruan Kepanjen. Agus Riwayanto, 20 tahun, warga Desa Bangelan, Wonosari melapor bila motor Honda Revo N 5918 EK miliknya dirampas tiga pemuda.
Agus menjadi korban perampasan ketika sedang duduk-duduk santai bersama kekasihnya, Evi Sulastri, 22 tahun. “Ketika duduk itu, dia didatangi tiga tersangka yang datang dengan berboncengan tiga sepeda motor Honda Beat. Dua tersangka langsung turun dan mengeluarkan celurit yang kemudian merampas sepeda motor milik korban. Baru setelah itu mereka kabur,” jelas Suyoto. Sepeda motor hasil rampasan itu sendiri, oleh ketiga tersangka kemudian diserahkan kepada Muhammad Saroji untuk dijualkan.
Sepeda itu sendiri, dijual seharga Rp 1,5 juta kepada Dul, warga Desa Baran Kidul, Tajinan. Uang itu selanjutnya dibagi. Rinciannya Rp 500.000 menjadi bagian Muhammad Saroji, sedangkan sisanya Rp 1 juta diberikan kepada Irawan Cs untuk dibagi rata.“Kami baru tiga kali melakukan perampasan sepeda motor. Sekali di wilayah Tumpang, sekali di wilayah Bululawang dan sekali di Kepanjen. Semua sepeda motor yang kami rampas, lalu kami serahkan kepada Saroji untuk dijual. Dan untuk mencari mangsa korban, kami biasanya keliling terlebih dahulu,” tutur tersangka Irawan yang dibenarkan tersangka lainnya. (agp/mar)