Tak Tahu Jalan, Rp 100 Juta Melayang

MALANG - Kejadian ini, bisa jadi pelajaran bagi para sopir kontainer yang belum terlalu mengenal medan jalan. Salah-salah, bisa mengalami nasib seperti Subadrio. Diduga kurang waspada, truk kontainer yang dikemudikannya, siang kemarin menabrak gapura di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Klojen.
Pria asal Jatisari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut Jawa Barat itu,,, agaknya tidak memperhatikan ketinggian gapura. Logikanya, kendaraan muatan memang tidak bisa melewati gerbang keluar-masuk wilayah RT 01 RW 06 Kelurahan Pisangcandi tersebut. ‘’Saya kesasar. Tidak tahu jalan di sini,’’ ungkap pria 36 tahun itu.
Ubad, panggilan akrabnya, mengaku baru kali pertama melakoni ekspedisi ke Malang. Dia baru saja menurunkan muatan barang di Giant Pulosari dan bertekad melanjutkan distribusi ke Giant Dinoyo. ‘’Ada sedikit barang lagi yang harus di drop ke Dinoyo. Saya coba saja jalan lewat sini, ternyata malah jadi begini,’’ tukasnya lunglai.
Tak hanya membuat gapura setingi kurang lebih 3 meter itu ambruk, reruntuhan gapura juga menimpa mobil Toyota Avanza Nopol N 1371 GN warna hitam yang diparkir tak jauh dari lokasi kejadian.
Kap dan kaca depan mobil milik warga setempat bernama Nugroho itu langsung ringsek. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB ini. ‘’Ini mobil anak saya. Biasa memang diparkir di depan rumah,’’ ujar pria 62 tahun itu.
Nugroho memperkirakan biaya perbaikan mobil tersebut bisa mencapai Rp 10 juta. ‘’Saya langsung tanyakan ke orang bengkel. Katanya kalau kondisi ringsek begini bisa habis Rp 10 juta. Ya, saya berharap tanggungjawabnya,’’ timpalnya lirih.
Lebih parah, kerugian akibat robohnya gapura ditafsir mencapai Rp 88 juta. Ubad pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan tertunduk lesu melihat dampak kelalaiannya saat mengemudikan truk ber-Nopol B 9218 TEU tersebut. Belum lagi, kerusakan pada truk container yang dia kemudikan. Bisa-bisa total lebih dari Rp 100 juta.
‘’Informasi dari orang bangunan, kerugian ditafsir sekitar Rp 88 juta. Jelas kami akan minta pertanggungjawaban,’’ beber Ketua RT setempat, Handiyono Chandra.
Handiyono dan warga sekitar sejatinya ragu jika Ubad sekadar salah jalan. ‘’Kalau pengakuan si sopir dia bilang kesasar salah belok. Dia juga tidak ditemani kernet. Tapi, logikanya kan pengemudi truk bisa memperkirakan kalau tidak bisa lewat gapura ini. Andai dia dalam kondisi fit atau sadar betul, pasti tidak akan nekat menerjang,’’ sangsinya. Kasus ini lantas menjadi perhatian Unit Laka Lantas Polres Malang Kota. (tom/avi)