Maestro Mercon Kembali Diciduk

GEREBEK: Barang bukti bahan mercon yang disita dari rumah Djumanto, kemarin

Digerebek Ketika Memproduksi Order dari Pasuruan
BATU – Berulangkali ditangkap polisi, namun sang maestro petasan atau mercon Junrejo, Nurai Djumanto, 55 tahun ternyata tak kunjung kapok. Kamis kemarin, warga Jalan Hasanudin Dusun Jeding, Desa/Kecamatan Junrejo, itu kembali diringkus petugas Polsek setempat melalui penggerebekan. Itu karena pria yang kakinya lumpuh ini, masih tetap memproduksi petasan di rumahnya untuk persiapan lebaran.
Polisi menyerbu rumah sang maestri, ketika pria yang menggunakan kursi roda ini meracik mercon. Imbasnya, selain dia diangkut ke Mapolsek Junrejo, bahan peledak hingga alat-alat yang digunakan untuk memproduksi pun disita polisi.
Barang bukti itu antara lain, setengah kilogram bubuk mercon, setengah kilogram arang hitam, belerang, tawa, dua gulung sumbu mercon, satu karung selongsong mercon besar, sekarung selongsong mercon kecil dan sebuah timbangan duduk.
"Kami mendapat informasi dari masyarakat, bahwa yang bersangkutan kembali meracik mercon,’’ ungkap AKP Sutantyo, Kapolsek Junrejo kepada Malang Post, kemarin.
Meski ditangkap, namun polisi tidak sampai menahan tersangka UU Darurat nomor 12/1951 ini. Kebijaksanaan ini dilakukan, atas dasar rasa kemanusiaan lantaran Djumanto seorang cacat yang selalu menggunakan kursi roda untuk beraktifitas." Tapi kami tetap memproses perkaranya sesuai perundang-undangan,’’ ujar mantan Kapolsek Singosari Kabupaten Malang ini.
Djumanto sendiri mengakui mulai memproduksi mercon, untuk persiapan lebaran tahun ini. Dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang dilarang pemerintah itu, karena alasan kebutuhan ekonomi." Bagaimana lagi, bisanya ya cuma itu,"keluh Djumanto.
Menyangkut bahan-bahan yang ada, dia mendapat suplay dari warga Pasuruan. Nantinya, mercon rakitanya tersebut juga  langsung dijual ke Pasuruan.
Bapak tiga orang anak juga mengaku sedang butuh biaya kuliah anak bungsunya. Dan catatatan Malang Post, dia sudah sering berurusan dengan polisi ketika wilayah ini masih dalam pangkuan Pemkab Malang, kemudian pernah ditahan di Mapolres Batu, dan kini kembali diproses polisi. (feb/lyo)