Ngidam Kerja di Pabrik Kembang Api

KOTA BATU – Karena cacat permanen, Djumanto warga Dusun Jeding Desa/Kecamatan Junrejo, terpaksa menjadi sang maestro petasan. Aktivitas kesehariannya dibantu kursi roda, membuatnya tak bisa mencari pekerjaan lain selain memproduksi petasan setiap menjelang lebaran kendati harus kerap diciduk polisi.
Kondisi itulah yang membuat aparat Polres Batu, mencari terobosan agar bapak tiga orang anak itu tak kembali menggeluti petasan yang notabene membahayakan siapapun. Lantas, Polsek Junrejo pun berusaha menjalin kerjasama dengan
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Tujuannya, pria yang Kamis lalu digerebek polisi ini, bisa mendapatkan pembinaan sosial agar bisa mencari nafkah di luar meracik mercon. Langkah yang dilakukan Polsek itu pun didukung pihak Pemdes Junrejo.
‘’Kami sudah melaporkan ke Pemkot Batu. Kami meminta ada solusi untuk Djumanto, agar diadakan pembinaan pekerjaan atau solusi lain sehingga tidak lagi melakukan tindakan yang dilarang,’’ ungkap Kapolsek Junrejo, AKP Sutantyo.
Seperti diberitakan sebelumnya, Djumanto bukanlah pelaku baru dalam dunia mercon. Hampir setiap tahun, dia selalu meracik mercon sebagai persiapan lebaran. Malahan, dia juga berulang kali ditangkap polisi, baik jajaran Polres Batu maupun Polres Malang, ketika kota ini masih berada di bawah Pemkab Malang.
Menurut Kapolsek, Djumanto memang selalu mengatakan kapok dan tidak akan memproduksi mercon lagi setiap kali digerebek. Kenyataanya, dia masih saja meracik mercon di rumahnya dengan alasan tidak ada pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Djumanto sendiri mengaku, sudah berulang kali mencari usaha lain untuk mencukupi kebutuhan. Dia pernah membuat usaha anyaman tas, bahkan membuka toko. Namun, katanya, penghasilan itu tidak seberapa dan usahanya cenderung merugi. ‘’Hasil jualan tidak mencukupi membayar karyawan. Apalagi kami harus mencukupi kebutuhan keluarga,’’ kata pria yang duduk di kursi roda ini.
Dia pun berharap,  pihak Pemkot mau membantu. Keinginannya, tak lain menyalurkan keahliannya itu melalui perusahaan kembang api. Itu karena pembuatan kembang api, masih ada kaitanya dengan peracikan mercon. Dia merasa, dunia bahan peledak sudah menjadi keahlian sehingga usaha yang bisa dijalankanpun sebisanya berhubungan dengan bahan peledak atau kembang api.
‘’Kalau bisa saya kerjakan di rumah, pasti saya akan kerjakan. Kalau harus ke pabrik meskipun di luar Batu, saya juga siap datang dengan segala usaha asal diterima di bidang kerja itu,’’ harapnya. (feb/lyo)