16 Pasangan Terjaring Razia di Penginapan

OPERASI PEKAT : Petugas gabungan ketika melakukan razia di penginapan dan tempat kos-kosan, siang kemarin.

KEPANJEN – Meski di bulan suci Ramadan, ternyata masih ada saja yang berbuat maksiat di siang bolong. Kemarin, belasan pasangan yang diketahui bukan pasangan suami istri terjaring razia operasi pekat petugas gabungan Polres Malang, Satpol PP dan Denpom V/3 Brawijaya. Belasan pasangan tersebut, diamankan dari dalam hotel, warung remang dan kos-kosan.
“Mereka yang terjaring razia ini, hari Senin (besok, red) akan kami panggil ke Kantor Sapol PP untuk menjalani sidang tipiring bagi pasangan yang tidak sah. Nantinya mereka akan kami lakukan pembinaan. Begitu juga dengan pemiliki kos-kosan. Karena dari razia ini ada temuan kos-kosan yang tidak mematuhi aturan. Selain itu ada juga izin penginapan yang masih belum lengkap,” ungkap Kepala Sapol PP dan Linmas Kabupaten Malang, Edy Muljono kepada Malang Post.
Menurut dia, razia gabungan bersama Polres Malang dan Denpom V/3 Brawijaya ini, adalah dalam rangka pelaksanaan Operasi Pekat. Tujuannya untuk menciptakan suasana ketentraman dan ketenangan di bulan Ramadan. “Hal itu sesuai dengan Perbup nomor 24 tahun 2013 tentang kegiatan di bulan Ramadan, masyarakat yang beribadah puasa supaya tenang dan tidak ada masalah-masalah yang timbul,” ujar mantan camat Kepanjen itu.
Untuk sasaran razia kemarin, antara lain tempat kos-kosan, panti pijat, penginapan, café dan warung remang yang ada di wilayah Kecamatan Kepanjen, Sumberpucung dan Gondanglegi. Selanjutnya, razia gabungan ini nantinya akan dilakukan di wilayah Malang Utara.
Razia kali ini melibatkan 34 anggota Satpol PP. Petugas gabungan dibagi menjadi dua. Regu A sasarannya adalah penginapan di sekitar Kecamatan Kepanjen, café hura-hura, warung rujak Anik, Hotel Malinda di Sumberpucung serta Lokalisasi Suko. Sedangkan untuk regu B, penginapan Puspasari, café di sekitar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Panti Pijat serta lokalisasi di Kecamatan Gondanglegi.
Sementara itu, belasan pasangan yang diketahui bukan suami istri itu, mereka terjaring di dua lokasi. Diantaranya di tempat kos-kosan di Talangagung, Kecamatan Kepanjen sebanyak tujuh pasangan. Dan di Hotel Malinda Kecamatan Sumberpucung, sebanyak sembilan pasangan. Mereka yang terjaring ini, selain warga Kabupaten Malang, juga berasal dari luar kota. Seperti dari Kota Malang, Blitar, Pasuruan, dan Banyuwangi.(agp/aim)