Bacok Tangan, Rampas Motor

Kanitreskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta menunjukkan sajam yang digunakan untuk merampas motor.

MALANG -  Sekian lama malang melintang menjadi penjahat jalanan, tiga perampas motor bertekuk lutut di hadapan polisi. Ketiganya yakni Achmad Muzaki alias Zaky, 23 tahun dan tetangganya, Jayadi, 22 tahun, warga Dusun Busu RT35 RW05, Desa Slamparejo, Jabung serta Maskud Juwidi alias Iput alias Putra, 23 tahun, warga Dusun Wonorejo Blandit RT12 RW05, Desa Wonokoyo, Singosari, kini mendekam di sel Mapolsekta Blimbing. Mereka diketahui melakukan perampasan motor terhadap Suhendi, 21 tahun, warga Wendit, Pakis di perempatan Jalan LA Sucipto Malang, pertengahan bulan Juli ini.  
Menurut Kapolsekta Blimbing, AKP Budi Adhy Buono SH, SIK, pihaknya hanya berhasil mengamankan uang dari penjualan motor Yamaha Vega milik korban dan tiga senjata tajam (sajam) yang digunakan komplotan ini melakukan perampasan. “Sekarang ini, kita sedang fokus memburu penadahnya yang juga tinggal di daerah Jabung,” terangnya. Dijelaskan dia, modus yang dilakukan tiga pelaku cukup sadis. Mereka berboncengan tiga orang naik satu motor dan menyusuri jalan-jalan di kota Malang mencari korbannya. “Rata-rata mereka beraksi saat dini hari,” tegas mantan Kasatlantas Polres Batu itu.    
Saat melihat calon korbannya, Putra yang berada di depan memacu motor Yamaha Vega yang dikendarainya. Tidak hanya itu, tangan kirinya juga memegang golok. Begitu dekat, dia lantas membacok tangan kanan korban. “Saat korban jatuh dari motor, giliran tersangka Jayadi yang menakut-nakuti korban dengan celurit yang dibawa. Sementara Zaky yang duduk di belakang, bertugas mengambil motor rampasan,” urai Budi, panggilan akrabnya. Kebetulan, lanjut perwira ini, Elma, teman Suhendi yang dibonceng mengetahui ciri-ciri para pelaku dan melaporkan peristiwa ini ke Mapolsekta Blimbing.
“Dari ciri-ciri yang disebutkan, kami mendapat informasi bila pelaku bernama Zaky, Jayadi dan Putra. Hanya dalam waktu satu hari, ketiganya berhasil kami tangkap di rumahnya masing-masing,” tambah Kanitreskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta. Dalam pemeriksaan, lanjut dia, para tersangka mengaku sudah menjual motor itu ke penadahnya dengan harga Rp 3 juta. Uang tersebut lantas dibagi bertiga sesuai dengan perannya masing-masing. “Ini masih kita kembangkan dimana lagi mereka melakukan perampasan motor. Sementara, mereka mengaku baru dua kali melakukan perbuatan itu,” papar dia.
Gusti, begitu dia biasa disapa, menjelaskan, masih melakukan koordinasi dengan polsek jajaran dan Polres Malang Kota untuk mencari laporan polisi yang masuk. “Siapa tahu, ada korban lain yang hapal dengan wajah tersangka yang kita tangkap,” tegasnya. Sebelumnya komplotan ini diketahui merampas motor Honda, N 4589 AD milik Yan Ekis Ridyan, 27 tahun, warga Jalan Teluk Pelabuhan Ratu ketika sedang duduk-duduk di jembatan Jalan Soekarno Hatta Malang. Kasus itu sendiri dilaporkan ke Mapolsekta Lowokwaru.

Lancarkan Operasi Pekat
DALAM waktu yang hampir bersamaan, anak buah AKP Budi Adhy Buono ini juga menangkap seorang pengecer dan pengepul judi togel yang beraksi di wilayahnya dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) bulan Ramadan ini. Pengecernya yakni Ashadi alias Tompo, 41 tahun, warga Jalan Bajang Ratu Malang dan pengepulnya, Slamet Riadi, 71 tahun, warga Jalan Candi Agung Malang. Dari kedua pelaku judi ini, disita uang tombokan sebesar Rp 286.000 dan kertas rekapan. Kepada penyidik, keduanya mengaku sudah tiga bulan ini melakukan judi tersebut. (mar)