Rp 50 Juta Uang SPP Disikat Rampok

MALANG POST – Ramadan dan menjelang Idul Fitri, tampaknya membuat pelaku kejahatan kian tak pandang bulu. Mereka tidak saja menyatroni perumahan, tapi juga lembaga pendidikan.
Senin dini hari kemarin, SMA Negeri 1 Lawang, jadi korban. Empat orang kawanan perampok, menggarong sekolah di Jalan Pramuka 152 Kalirejo Lawang itu. Tidak tanggung-tanggung, uang SPP dan pendaftaran siswa baru senilai Rp 50 juta ,berhasil disikat.
Perampok leluasa mengobrak-abrik sekolah yang berdiri sejak 1967 itu, lantaran dua penjaganya, Agus dan Sutrisno, saat kejadian tidak berada di tempat. Keduanya sedang mencari makan untuk sahur.
Justru Gunawan, guru mata pelajaran Informasi Teknologi, yang terkena batunya. Gunawan yang malam itu menginap di ruang TU, harus merasakan disekap, setelah sebelumnya dilumpuhkan, dengan cara dipukul parang. Beruntung, perampok tidak mengarahkan sisi yang tajam. Gunawan, hanya terjatuh dan tanpa perlawanan berhasil diringkus.
Berhasil melumpuhkan Gunawan dan tanpa ada penjagaan, perampok bercadar itu leluasa membongkar tiga brankas di ruang tersebut. Rp 50 juta pun berhasil mereka bawa kabur.
Baru sekitar 30 menit setelah kawanan itu kabur, Gunawan berhasil membebaskan diri dan keluar mencari pertolongan.  Sayangnya, di pos penjagaan, Gunawan tidak menemukan dua satpam sekolah tersebut.
‘’Saat kejadian, kedua penjaga sekolah, tidak berada di tempat. Menurut pengakuan mereka, saat itu sedang keluar membeli makanan untuk sahur,’’ ungkap Kapolsek Lawang Kompol Eko Suminto kepada wartawan kemarin.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga, kawanan itu masuk dengan cara lompat dari pagar depan, sebelum masuk ruang TU.
Untuk memperkuat dugaan tersebut, polisi menurunkan anjing K9 dari Brimob Polda Jatim Detasemen B Ampeldento. ‘’Nanti penyelidikan yang dilakukan satreskrim akan dikombinasikan temuan dari anjing K9,’’ cetus Suminto.
 Lebih lanjut dia mengatakan, uang dalam brankas yang digondol kawanan itu adalah uang SPP dan pendaftaran siswa baru. ‘’Belum diketahui berapa tepatnya uang yang hilang. Masih dihitung pihak sekolah. Namun, pihak sekolah menaksir uang yang hilang dalam tiga brankas tersebut lebih dari Rp 50 Juta,’’ pungkasnya. (big/avi)