Cemburu, Anak-Ibu Keroyok WIL Suami

PASRAH : Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu, ketika menginterogasi kedua tersangka ibu-anak.

KEPANJEN – Ibu dan anak warga Jalan Rejo Agung, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen ini sangat kompak. Mereka sama-sama meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak akhir pekan lalu. Keduanya ditahan karena tuduhan penganiayaan terhadap Budiarti, warga Dusun Ngreco Barat, Desa Selorejo, Blitar.
Kedua ibu dan anak itu adalah Siti Mutaalimi, 50 tahun dan Budi Wardianto, 30 tahun anak bungsu dari dua bersaudara. Mereka ditangkap di rumahnya, setelah petugas mendapat laporan dari korban.
“Ibu dan anak ini, kami amankan bersamaan. Keduanya kami jerat dengan pasal 351 KUHP sub 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara,” ungkap Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu.
Diperoleh keterangan, aksi penganiayaan yang dilakukan Siti serta anaknya Budi ini, dipicu dari kecemburuan. Siti cemburu karena korban diketahui adalah wanita idaman lain (WIL) suaminya, Hadi Suyitno yang bekerja sebagai sopir angkot. Rasa cemburu itu berubah menjadi kebencian, lantaran tanpa sebab yang jelas pada Februari 2013 lalu, Hadi tiba-tiba minta cerai.
“Saya tidak tahu apa alasannya. Tiba-tiba saja suami saya seperti benci dan meminta bercerai. Setelah saya selidiki, ternyata ada orang yang bilang kalau suami saya selingkuh,” tutur Siti Mutaalimi.
Mendapat kabar tersebut, Siti lalu mencari tahu siapa WIL suaminya. Begitu ketemu, dia lalu menegur supaya tidak lagi mendekati suaminya. Meski sudah berjanji untuk tidak menemui Hadi Suyitno, namun secara diam-diam korban masih menjalin asmara dengan Hadi.
Dan puncak kemarahan tersangka, terjadi Senin (15/7) lalu. Saat itu tersangka naik motor sendirian berniat mau ke Kesamben, Blitar untuk melihat kursi. Ketika melintas di Jalan Raya Sumberpucung, tepatnya depan SMP Negeri 1 Sumberpucung, Siti melihat korban berada di dalam mobil angkot bersama suaminya.
Melihat hal itu, Siti yang tidak terima langsung putar balik yang kemudian menghampiri korban. Dia kemudian menarik rambut korban. Karena tak puas lantaran dihalangi suaminya, Siti lalu menghubungi anaknya Budi. Begitu datang, Budi langsung membela ibunya dengan memukul wajah korban dengan menggunakan helm.
Keributan itu sendiri baru berhenti setelah warga datang untuk melerai. Kemudian karena tidak terima dengan kejadian itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Sumberpucung. Berdasarkan laporan itulah, Siti dan anaknya Budi diamankan lalu dijebloskan ke dalam tahanan.
“Saya ini tidak berniat mengeroyok. Saya sendiri juga tidak memukulnya. Sebaliknya justru saya yang melerai keributan itu. Dan saat itu tanpa sengaja helm saya mengenai wajahnya. Kalau tidak percaya, silahkan saja tanya kepada orang-orang sekitar,” tutur Budi.(agp/aim)