Orang Dalam Smanela Diduga Terlibat

LAWANG- Pengusutan perampokan di SMAN 1 Lawang, yang terjadi pada Senin (22/7) dini hari kemarin, masih terus dilakukan oleh jajaran Reskrim Polsek Lawang dibantu dengan Reskrim Polres Malang. Diduga, kawanan perampok yang menggasak uang tunai lebih dari Rp 50 juta di dalam tiga brankas tersebut, melibatkan orang dalam.
“Melihat hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sepertinya para pelaku sudah hafal dan mengerti letak brankas yang berisi uang tersebut. Indikasi mengarah ke orang dalam memang ada, tapi kami belum bisa memastikannya dan masih memeriksa saksi-saksi,” ungkap Kapolsek Lawang Kompol Eko Suminto, kepada Malang Post kemarin.
Menurut pengakuannya, hingga saat ini reserse sudah memeriksa lima orang saksi. Mereka adalah  Agus dan Sutrisno keduanya merupakan penjaga sekolahan, Gunawan salah seorang guru mata pelajaran IT, dan dua orang lainnya yang masih dirahasiakan nama maupun identitasnya oleh tim penyidik.
Informasi yang berhasil diperoleh, mereka berdua yakni sopir sekolahan dan teman Gunawan yang sempat berada di sekolahan tersebut sebelum terjadinya perampokan. “Kami masih memintai keterangan kepada lima orang tersebut. Rencananya, sore ini (seore kemarin) kami akan memanggil kelimanya kembali untuk dimintai keterangan,” ujarnya lugas.
Dugaan adanya keterkaitan perampok melibatkan orang dalam mencuat, lantaran pelaku diketahui saat menjalankan aksinya mengerti seluk beluk sekolahan tersebut. “Mereka langsung menuju ruang TU, yang di dalamnya terdapat tiga brankas berisikan uang SPP dan pendaftaran siswa baru,” ujar Eko begitu dia akrab disapa.
Selain itu, menurutnya kejanggalan terjadi ketika dua penjaga meninggalkan pos penjagaan dengan berdalih membeli makanan sahur. Lebih lanjut, dia juga masih memantau keberadaan dua orang lainnya yakni sopir dan teman Gunawan di sekolahan tersebut. Karena keduanya pergi menjelang terjadinya peristiwa perampokan.
Seperti diketahui, menurut pengakuan Gunawan pelaku perampokan berjumlah empat orang dan semuanya memakai penutup wajah atau cadar. “Masih belum mengerucut ke nama seseorang. Anggota reserse masih terus bekerja untuk melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan,” terang Eko.
Dia menjelaskan, modus yang dipakai perampokan di SMAN 1 Lawang mempunyai kemiripan dengan aksi perampokan yang terjadi di SMAN 1 Gondanglegi awal bulan ini. Yakni kawanan tersebut mengenal tempat yang menjadi target aksinya, sangat berani menjalankan aksinya, menggunakan buding besar.
Yang paling mencolok kata Eko, kawanan perampokan saat mengancam korban menggunakan logat atau bahasa dari Indonesia timur “Semoga segera ada titik terang mengenai kasus ini dan para pelakunya secepatnya tertangkap,” pungkasnya. (big/aim)