Rumah Sepi, Perkosa Pacar

TUREN – Fauzi alias Menyeng, 19 tahun, sejak awal pekan lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Warga Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung, Kecamatan Turen ini, dijebloskan ke dalam tahanan atas tuduhan pencabulan terhadap Bunga (nama samaran), 16 tahun, warga Jalan Gereja, Desa Gedog Wetan, Turen.
“Dia (tersangka, red) kami tangkap di rumahnya setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Ketika kami amankan, dia memang mengakui perbuatannya itu,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, hubungan antara Fauzi yang menjadi kuli batu dengan Bunga ini sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara sekitar setahun lalu, setelah sebelumnya keduanya bersahabat. “Saya dan Bunga itu, sepakat pacaran setelah sama-sama suka,” tutur tersangka Fauzi.
Semula selama setahun menjalani pacaran, hubungan keduanya berlangsung biasa saja. Namun, petaka yang dialami Bunga terjadi ketika Minggu (21/7) lalu, korban dihubungi oleh tersangka untuk datang ke rumahnya. Tersangka mengatakan akan membicarakan sesuatu hal yang penting.
Karena tidak curiga, korban yang masih berstatus pelajar kelas X salah satu SMA di Turen ini, datang ke rumah tersangka yang saat itu kondisinya sepi karena kedua orangtua tersangka sedang bekerja. Ketika datang itu, korban langsung duduk di sofa rumah tamu.
Fauzi yang sebelumnya sudah berniat jahat, langsung mencumbui korban dan mengajak untuk melakukan hubungan intim. Mendengar ajakan itu, korban menolak. Tetapi Fauzi yang sudah seperti kerasukan setan ini, malah beringas. Dia mencekik leher korban dan menyumpal mulut korban dengan kerudung supaya tidak berontak.
Selanjutnya tersangka melepasi pakaian korban yang kemudian menyetubuhinya. Usai disetubuhi korban langsung disuruh pulang. Korban yang tidak terima dengan kejadian itu, menangis dan mengadu kepada orangtuanya. Selanjutnya orangtua Bunga yang tidak terima langsung melaporkan ke petugas Polres Malang. “Saya melakukan itu tidak dengan paksaan. Tetapi karena atas dasar suka sama suka,” elak tersangka Fauzi.
Atas perbuatan cabulnya itu, Fauzi dijerat pasal perbuatan cabul dengan anak di bawah umur UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (agp/aim)