Banyak Kejanggalan, Polisi Olah TKP Ulang

OLAH TKP : Petugas Polisi melakukan olah TKP di Smanela untuk mengungkan pelaku perampokan yang membobol brankas sekolah dan menggondol uang Rp 120 juta.

MALANG – Upaya polisi untuk mengungkat kasus perampokan yang terjadi di SMA Negeri 1 Lawang, terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang. Hal ini, dilakukan untuk mendapatkan bukti baru sekaligus mencari petunjuk apakah ada keterlibatan orang dalam.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki kasus perampokan ini. Olah TKP ulang menjadi solusi untuk mengungkap siapa pelaku perampokan itu. Apakah memang ada kaitannya dengan orang dalam, atau pelaku lama yang kembali kambuh.
“Kami masih menyelidiki. Keterangan beberapa saksi masih kami dalami untuk mengungkap kasus perampokan ini. Kemarin malam (Selasa malam, red), kami juga melakukan olah TKP ulang perampokan itu,” ungkap Decky Hermansyah.
Sama halnya dengan Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto. Ketika dikonfirmasi via telepon, Eko mengatakan bahwa kasus perampokan yang terjadi Senin (22/7) dini hari lalu menjadi atensi khusus untuk segera diungkap. Beberapa keterangan saksi dikumpulkan untuk dijadikan bahan penyelidikan.
“Kami masih bekerja dan berusaha untuk mengungkapnya. Semoga saja secepatnya bisa terungkap,” kata Eko Suminto.
Terkait olah TKP ulang, Eko mengatakan bahwa Selasa malam lalu sudah dilakukan olah TKP ulang. Dari hasil olah TKP tersebut, diketahui bahwa jumlah kerugian akibat perampokan itu tidak lagi Rp 50 juta. Tetapi kerugian membengkak menjadi Rp 120 juta. “Semula pihak korban mengaku memang hanya Rp 50 juta. Tetapi ketika olah TKP ulang, ternyata uang dalam brankas sebesar Rp 120 juta,” tegas Eko.
Disinggung apakah kedua satpam yang bertugas ikut terlibat ? Eko mengatakan kalau pihaknya tidak bisa menyimpulkan. Karena masih harus perlu pembuktian. Namun yang jelas saat ini, kedua satpam tersebut sedang dalam pantauannya.
Dalam kejadian itu pelaku seolah memanfaatkan kelengahan dari penjaga sekolah yang meninggalkan tugasnya untuk mencari makan sahur. Dua penjaga tersebut, hingga aksi kawanan pelaku yang berhasil membongkar brangkas sekolah, tidak disentuh sama sekali oleh kawanan pelaku.
“Dalam setiap aksi pembongkaran brankas, sangat mustahil di sekitar lokasi tidak mendengar suara yang mencurigakan. Hal-hal inilah, yang terus dikembangkan. Meski pun, siapa-siapa pelaku dari aksi ini masih belum diketahui dengan jelas,” tambah kapolsek.
Ditanya lebih lanjut mengenai aksi kawanan pelaku, Eko menjelaskan, aksi serupa juga berhasil terekam dalam kejadian yang berlangsung di SMAN 1 Gondanglegi, pada Selasa (1/7) dini hari lalu. Kedua aksi ini, memiliki kemiripan modus dan cara beroperasinya pelaku. Mulai dari sasaran korbannya yakni sekolah, sampai modus pelaku dalam melumpuhkan korban-korbannya.
Dalam kejadian itu, pelaku memanjat dinding pagar sekolah. Begitu berhasil masuk, pelaku menggunakan lakban untuk mengikat korbannya. Selanjutnya, korban akan mengadukan kejadian setelah berhasil melepaskan ikatan kawanan pelaku yang sudah kabur.

Terpisah Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya sedang mendalami kasusnya. Termasuk alibi-alibi (kejanggalan) yang terjadi dalam kasus perampokan itu. “Masih didalami motifnya, karena banyak kejanggalan yang terjadi pada perampokan itu,” katanya. (agp/sit/aim)