Obrak Balapan Liar

DIAMANKAN : Puluhan sepeda motor yang terjaring razia balap liar, diamankan di Polsek Singosari.

SINGOSARI- Keberadaan geng motor yang kerap melakukan balap liar di tiap wilayah selalu meresahkan masyarakat. Meski bulan puasa, mereka tidak menghentikan aktifitasnya. Selasa-Rabu (23-24/7) Polsek Singosari melakukan razia balap liar di dua titik yakni di Desa Tunjung Tirto (depan ITN 2) dan Desa Banjararum.
“Sebanyak 31 sepeda motor, terjaring razia balap liar di dua tempat itu. Kemudian, seluruh sepeda motor langsung kami amankan ke Polsek Singosari,” ungkap Kanit Sabhara Polsek Singosari, Ipda Sri Ngariadi SH SIP, kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan razia pertama dilakukan di kawasan Kampus ITN 2, Desa Tunjung Tirto. Di lokasi tersebut acap kali digunakan untuk nongkrong kemudian melakukan ngetrek ataupun balap liar. “Saat razia di ITN 2, dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB. Warga sekitar sudah resah dengan keberadaan mereka, lalu melapor kepada kami,” ucap Sri sapaan akrabnya.
Menindak lanjuti laporan dari masyarakat sekitar yang resah atas aktifitas para pebalap liar, membuat Polsek Singosari melakukan giat razia tersebut. “Metode yang kami gunakan sama dengan Polsek Kepanjen. Yakni menutup dan mengepung area balap liar tersebut. Sehingga mereka tidak bisa kabur,” terangnya.
Namun, Sri meyakinkan giat razia yang dilakukan jajarannya tersebut tidak akan mengganggu aktifitas warga sekitar. Terutama di sekitar ITN 2 pada bulan puasa saat ini, marak para pedagang yang menjual takjil atau pasar dadakan. Karena, dia telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk lebih teliti dan berhati-hati saat razia.
“Saya melarang kepada para jajaran, untuk asal angkut sepeda motor. Kalau sepeda motor yang diketahui milik pedagang, warga, dan tidak terindikasi balap liar, haram untuk dirazia,“ tegasnya.
Disinggung kemungkinan ada aktifitas tindak pidana perjudian saat balap liar di ITN 2 berlangsu, Sri mengaku belum menemukannya. Setelah dirasa cukup melakukan razia di ITN 2, petugas  kemudian berpindah lokasi di areal perkebunan tebu Desa Banjararum pada Rabu (24/7) dini hari. “Di tempat kedua, kami lakukan razia mulai pukul 00.00 hingga 02.00. Sama halnya dengan ITN 2, di tempat itu juga sering dibuat untuk melakukan balap liar,” tukas pria yang baru sebulan menjabat sebagai Kanit Sabhara Polsek Singosari, menggantikan AKP Made Suardhana.
Sementara itu, 31 sepeda motor yang terjaring razia, kata Sri akan diproses hukumnya sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan. “Kalau yang tidak memiliki kelengkapan surat, cukup kami tilang dan boleh diambil. Kalau sepeda motor yang pretelan dan tidak lengkap, kami lakukan tipiring,” pungkasnya. (big/aim)