Home Industry SS Diobrak-abrik

UNGKAP: Tersangka dan barang bukti home industry SS Pasuruan di Mapolres Malang Kota.

Didahului Penangkapan Mantan Sales AUTO 2000
MALANG -  Satreskoba Polres Malang Kota, Rabu (24/7) pagi kemarin, menggerebek rumah kontrakan yang digunakan untuk ‘home industry’ sabu-sabu (SS), di Perumahan Candra Kartika Blok AE/16, Dusun Jati Tengah, Desa Mojo Tengah, Sukorejo, Pandaan, Pasuruan.
Dari rumah tersebut, polisi menangkap pasangan suami istri, Abdul Rochim, 39 tahun dan Alivianti Amelia, yang menjadi pembuatnya.  Kedua warga Jalan Lukman Hakim, Jogosari, Pandaan tersebut dibekuk saat tidur.
Dari penggerebekan tersebut, beberapa polisi ini juga menyita sekitar 52 barang bukti. Mulai dari bahan baku yang digunakan serta alat-alat pembuatnya.
Sebut saja, soda api, alkohol, thinner, aceton, limbah tablet tremenza, HCL, condenser, lampu, kipas angin, kompor listrik, botol pembakaran, tabung kaca dan berbagai gelas kaca.
Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum memaparkan, selain barang bukti tersebut, pihaknya juga mengamankan dua poket SS seberat 0,26 gram dan 2,5 gram yang ditaruh di atas mikroskop.
Dijelaskannya, penggerebekan home industry ini merupakan pengembangan dari penangkapan terhadap M. Agatha alias Aga alias Gathul, 30 tahun, warga Jalan Bunga Telasih Malang, sehari sebelumnya.
‘’Dari rumah tersangka MAP (Aga), disita barang bukti sepoket SS seberat 0,35 gram yang dibeli dari dua pembuat SS di home industry seharga Rp 400.000,’’ ungkap mantan Kapolres Trenggalek ini.
Aga sendiri, diketahui merupakan mantan sales Auto 2000 Sukun yang dikenal dekat dengan pasangan suami istri itu. Sebelum menjadi karyawan perusahaan penjualan mobil Toyota tersebut, dia juga pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik obat.
‘’Aga sudah keluar sejak dua bulan lalu, karena penjualannya tidak memenuhi target. Dia juga belum setahun ini menjadi karyawan Auto 2000 Sukun,’’ terang Sales Supervisor Auto 2000 Sukun, Suprayogi kemarin.
Menurutnya, Aga dikenal sebagai orang yang pendiam, apalagi setelah istrinya meninggal dunia beberapa waktu lalu. ‘’Sebab itu, saya merasa kaget ketika Aga ditangkap karena kasus narkoba. Saat masuk ke kantor ini dan dicek kesehatannya, tidak ada tanda-tanda dia suka mengonsumsi narkoba,’’ tegas dia.
Sementara itu, hasil penyelidikan gabungan antara Satreskoba Polres Malang Kota dan Ditreskoba Polda Jatim, home industry yang dikelola Rochim dan Amelia mampu untuk memproduksi 50 gram SS setiap hari. Ini dilihat dari kapasitas peralatan yang digunakan dan bahan baku yang disita.
Menurut Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Sunardi Riyono, peralatan dan bahan baku itu ditaksir harganya mencapai Rp 20 juta. Sedangkan Direktur Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Andi Loedianto mengungkapkan, tersangka AR (Rochim) diketahui merupakan residivis dalam kasus peredaran narkoba tahun 2002 lalu. Dia mensinyalir, ada pelaku lain yang terlibat dalam kelompok home industry SS itu.
‘’Ini merupakan jaringan nasional. Meski pembuatan SS-nya tergolong masih belajar dan dari sisi kualitas belum bagus, namun SS yang dihasilkan sudah bisa dikonsumsi. Sudah bisa mengkristal,’’ paparnya.  
Andi menegaskan, pihaknya juga turun tangan untuk menyelidiki darimana pasangan suami istri tersebut belajar membuat SS, meski dalam pemeriksaan, keduanya mengaku belajar membuat setelah browsing internet.
‘’Besok (hari ini, Red.) akan kita rekonstruksi di TKP home industry bekerjasama dengan Labfor Cabang Surabaya,’’ tegasnya.  Polisi sendiri menjerat tersangka dengan Pasal 129 (a), 113, 114 junto 132 UU Nomor 35 Tahun 2009. (mar/ley)