Pabrik SS Pandaan dan Sawojajar Bersaudara

MALANG POST – Masih ingat penggerebekan pabrik sabu-sabu (SS) di Jalan Cucak Rawun II/8 G2, Perumnas Sawojajar II Malang, 13 Februari 2009 lalu? Ketika itu, Ditreskoba Polda Jatim, menangkap basah Dedy Sarifudin yang tengah membuat SS.
Di rumah yang dikontrak laki-laki 35 tahun, warga Pandaan Pasuruan itu, petugas juga menyita banyak barang bukti. Selain peralatan pembuatan SS, juga 5.000 pil epidrine, phosphor, aceton, cairan toluen, alkohol, soda api, dan blue ice.
Direktur Reserse dan Narkoba (Direskoba) Polda Jatim ketika itu, Kombespol Erwin Siregar mengatakan, pabrik SS yang dikelola Dedy dan Nugraha Dewanto, 27 tahun, kos di Jalan Wijaya Kusuma, Desa Sekarpuro, Pakis ini, sudah beroperasi sejak awal Januari 2009 dengan omzet mencapai Rp 1,2 miliar per bulan.
Nah, sumber Malang Post di Polres Malang Kota, mengatakan bila Alivianti Amelia, istri Abdul Rochim, yang ditangkap dalam kasus pabrik SS di Pandaan, ternyata masih keponakan Dedy Sarifudin.
‘’Amelia ini dulu pernah diminta berbelanja barang-barang itu. Sehingga sangat hafal persis. Ditambah dengan browsing di internet berbahasa Inggris. Dia juga bisa bahasa Inggris, jadilah untuk membuat SS yang cukup layak untuk dikonsumsi,’’ ujar sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya ini.
Tetapi bagaimana kebenarannya, masih terus dalam penyelidikan kepolisian. Bahkan kemarin, Satreskoba Polres Malang Kota, mengeler pasangan suami istri pemilik home industry sabu-sabu (SS) ke rumah kontrakannya di Perumahan Chandra Kartika Blok AE/16, Dusun Jati Tengah, Desa Mojo Tengah, Sukorejo, Pandaan, Pasuruan.
Abdul Rochim dan Alivianti Amelia, diminta menunjukkan bagaimana cara membuat SS di hadapan empat anggota Tim Labfor Cabang Surabaya. Untuk melengkapi rekonstruksi itu, polisi juga membawa beberapa barang bukti yang sudah disita sebelumnya. Pantauan Malang Post, sekitar 3,5 jam, mereka mempraktekkan cara membuat SS. Bahkan, Kapolres Pasuruan, AKBP Ricky Purnama SIK, MH ikut datang dan memantau rekonstruksi tersebut bersama Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Sunardi Riyono SH.
Kepada para anggota Labfor, Amelia memberikan keterangan yang cukup membuat beberapa petugas terhenyak. Dengan gamblang, dia menjelaskan obat-obatan yang dipakai untuk meracik. Termasuk bagaimana memperoleh bahan-bahan itu hingga diolah menjadi SS yang siap dijual.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH menjelaskan, rekonstruksi ini diperlukan untuk meyakinkan penyidik bahwa tersangka benar-benar bisa memproduksi SS yang bernilai jual tinggi.
“Ada sekitar 15 adegan yang dilakukan para tersangka di hadapan tim Labfor,” terangnya.
Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui rekonstruksi tersebut, berbondong-bondong datang.  Beberapa diantaranya mengatakan, sejak pasangan ini mengontrak rumah milik seorang warga Surabaya setelah Lebaran tahun lalu, banyak mobil mewah yang datang. Bahkan, dua bulan terakhir, menurut warga, ada sebuah mobil sedan Timor datang hingga tiga kali dalam seminggu. “Saya lihat beberapa kali mobil mewah datang di malam hari.  Mbak itu (tersangka Amelia) yang sering menemui pemilik mobil di halaman rumah,” papar Jumiyem, 36, warga yang tinggal di depan TKP.
Dia mengaku melihat, pemilik mobil turun dan memberikan sejumlah uang kepada Amelia. ‘’Mereka itu tertutup dengan tetangga. Ngakunya, yang suami bekerja sebagai sales rokok,’’ lanjutnya.
Di sisi lain, M. Agatha alias Aga alias Gathul, 30 tahun, warga Jalan Bunga Telasih Malang, hingga kemarin masih menjalani pemeriksaan intensif. Kepada polisi, pecandu berat SS ini mengaku beberapa kali memodali Rochim dan Amelia untuk membuat SS untuknya.
‘’Tapi saya tetap membeli SS itu. Bahkan saya sudah mentransfer uang Rp 500.000 untuk SS 0,35 gram yang saya bawa,’’ papar anak salah seorang guru salah satu SMA Negeri di kota Malang itu. Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (24/7) pagi, Satreskoba Polres Malang Kota menggerebek home industry SS di Perumahan Chandra Kartika Pandaan, Pasuruan.  Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum mengatakan, pihaknya mengamankan dua poket SS seberat 0,26 gram dan 2,5 gram yang ditaruh di atas mikroskop hasil dari home industry SS tersebut. Penggerebekan itu juga hasil pengembangan dari penangkapan tersangka Aga, mantan sales Auto 2000 Sukun. (mar)