Pencuri Berpistol Sekap Penjaga Rumah

MALANG -  Masyarakat kota Malang harus lebih berhati-hati menjelang datangnya Lebaran. Penjahat jalanan kian meresahkan. Buktinya, empat orang dengan mengendarai mobil Suzuki Carry menyatroni rumah dokter Roni di Jalan Candi Mendut VI/12 Malang. Meski kerugian yang dialami tidak seberapa, namun pelaku sempat menodongkan pistol dan menyekap Harjito, 50 tahun, penjaga rumah. Informasi yang dihimpun Malang Post, siang kemarin rumah milik dokter yang dinas di Surabaya tersebut ditinggal. Menurut beberapa tetangganya, istri dan anak-anak keluarga itu, selalu pergi ke Surabaya untuk bertemu dengan dokter Roni, setiap akhir pekan.
Namun, rumah berukuran besar itu diserahkan kepada Harjito dan anaknya, Chandra, 16 tahun. Diduga kuat, pencuri spesialis rumah kosong mengetahui hal itu. “Informasinya, pak Harjito keluar rumah untuk mengambil uang, sedangkan anaknya berada di rumah bagian belakang sendiri,” tutur Sugeng Bagio, salah satu tetangga korban. Saat itulah, empat pencuri mengendarai mobil datang. Dua pelaku masuk ke dalam rumah, setelah membongkar gembok pagar dan pintu depan rumah. Sementara, dua pelaku lain berada di dalam mobil. Tak disangka oleh para pelaku, Harjito kembali ke rumah tersebut, usai mengambil uang.
“Saya kaget ketika melihat gembok pagar sudah tidak ada, lalu pintu rumah sudah terbuka,” papar laki-laki tersebut kepada anggota Polsekta Lowokwaru yang memeriksanya. Lebih kaget lagi ketika dia masuk ke dalam rumah, dua penjahat ini langsung menodongkan pistol. Serta merta, warga Batu itu disekap dengan dua tangan diikat kabel. “Setelah saya disekap itu, mereka membuka beberapa kamar tapi sepertinya tidak mendapatkan apa-apa. Buntutnya, dompet saya yang berisi uang Rp 1 juta diambil. Dapat uang itu, mereka pergi,” terangnya. Harjito baru berhasil lepas dari ikatannya setelah berteriak minta tolong kepada anaknya yang berada di bagian belakang rumah.
Wakapolsekta Lowokwaru, AKP Andi Hasni SH yang datang ke TKP mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif bersama Satreskrim Polres Malang Kota. Menurutnya, meski kerugian yang diderita tidak besar, namun aksi kejahatan di siang bolong itu menjadi atensinya. “Menurut pengakuan anaknya, dia sama sekali tidak mendengar ada orang masuk ke dalam rumah. Dia baru mendengar saat ayahnya minta tolong. Kita juga masih periksa intensif pengakuan korban yang ditodong senjata api,” tegas Pjs Kapolsekta Lowokwaru ini.
Di bagian lain,  penjambret bersenjata tajam makin nekat. Jumat (26/7) pukul 05.00,  mereka beraksi di kawasan Jalan Simpang Ranu Grati Malang. Mereka sempat mengancam dua perempuan itu dengan celurit. Korbannya yakni Widya Ningsih, 36 tahun yang bermaksud berbelanja ke warung milik Nanik Mariani, 58 tahun di Jalan Simpang Ranu Grati 27 Malang.  
Kepada Malang Post, Widya mengaku saat memilih sayuran, tiba-tiba dua motor, yakni Yamaha Vixion dan Suzuki Satria FU berhenti di depan lapak. Dua penumpang yang berpakaian hitam turun, dan langsung masuk kios. Satu pelaku langsung mengarahkan clurit ke lehernya, dan menarik liontin miliknya.
Selama beberapa menit, Widya diancam pelaku agar tidak berteriak. Sementara pelaku mengalungkan clurit ke leher Nanik dan menyibakkan jilbabnya untuk mencari kalung.  ”Saat liontin direbut, saya sempat diancam. Mereka mencari kalung dan gelang,” ujar Widya. Begitu pelaku lengah, dirinya langsung kabur kemudian berteriak maling. Saat itu sejumlah warga pria keluar dan ikut berteriak. Namun pelaku bersikap lebih cepat, mereka langsung kabur ke arah timur. ”Dua pengemudi sudah siap, mesin tidak mereka matikan dalam aksi itu, kurang lebih 15 menit saya diancam pelaku.” imbuhnya.
Menurut Ketua RW06, Catur  Edi Widodo, penjambretan seperti itu sudah pernah terjadi. Awal bulan lalu, DW, seorang istri polisi juga mengalami kejadian yang sama. Modus kejahatan itu juga dilakukan pagi hari, ketika suasana sedang sepi.”Kemungkinan pelakunya sama, tapi khusus DW, pelakunya hanya dua orang namun membawa tiga senjata tajam, mulai celurit, badik dan parang,” ungkapnya. (mar/ary)