Polisi Cari CCTV Pabrik SS

MALANG - Berhasil menggerebek  pabrik sekelas home industry sabu-sabu (SS) di Perumahan Candra Kartika Blok AE/16, Dusun Jati Tengah, Desa Mojo Tengah, Sukorejo, Pandaan, Pasuruan, anggota Satreskoba Polres Malang Kota tidak hanya berhenti disitu saja. Kini mereka mengembangkan kasus itu, dengan mencari tahu siapa saja yang telah membeli SS buatan pasangan suami istri Abdul Rochim dan Alivianti Amelia. Meski mengaku baru kali itu saja menjual SS kepada M. Agatha alias Aga alias Gathul, 30 tahun, warga Jalan Bunga Telasih Malang, namun polisi tidak percaya begitu saja. “Itu hak tersangka mengaku begitu. Namun anggota reskoba masih menyidik dan mengembangkan kasus itu agar terungkap jaringannya yang lebih besar,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH.
Sumber Malang Post di Polres Malang Kota mengungkapkan, beberapa anggota reskoba sedang mencari Closed Circuit Television (CCTV) milik Rochim dan Amelia yang pernah terpasang di rumah kontrakan yang juga menjadi tempat pembuatan SS. “Informasi adanya CCTV ini memang didapat dari keterangan beberapa tetangga di rumah kontrakan itu. Masih kami lacak untuk mencari tahu siapa saja yang pernah melakukan transaksi dengan dua tersangka tersebut,” terangnya. Hingga kemarin, baik Rochim maupun Amelia masih belum mau membuka keberadaan CCTV yang pernah mereka pasang. “Artinya, dari rekaman CCTV itu pula, bisa dilihat sudah berapa lama sebenarnya mereka beroperasi. Dugaan kami, selain membuat SS sesuai pesanan, mereka juga sudah lama mengedarkan SS,” pungkas sumber ini.
Seperti diketahui, Satreskoba Polres Malang Kota, Rabu (24/7) pagi menangkap pasangan suami istri pembuat SS.  Dari penggerebekan tersebut, beberapa polisi ini juga menyita sekitar 52 barang bukti mulai dari bahan baku yang digunakan serta alat-alat pembuatnya. Sebut saja, soda api, alkohol, thinner, aceton, limbah tablet tremenza, HCL, condenser, lampu, kipas angin, kompor listrik, botol pembakaran, tabung kaca dan berbagai gelas kaca.
Sementara itu, sukses polisi menggrebek home industry SS di Pandaan, turut membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang meningkatkan kewaspadaannya. Guna menangkal kian maraknya penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut, pihak BNN bertekad terus menggalakkan upaya bersifat preventif.  Kepala BNN Kota Malang, AKBP Hennry Budiman mengapresiasi kerja keras Satreskoba Polres Malang Kota. “Itu merupakan temuan luar biasa yang patut diapresiasi. Pihak Polres Malang Kota telah bekerja keras untuk membongkar praktik tersebut,” terangnya.
Dia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bertukar informasi. “Tujuan utamanya kami berharap angka penyalahgunaan narkotika bisa ditekan,” ujarnya.
Menurut dia, upaya pencegahan peredaran narkoba sejatinya bukan hanya menjadi tugas kepolisian dan BNN. Namun, juga menjadi tanggungjawab bersama seluruh komponen masyarakat. Karena itulah, sudah sepatutnya bila pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Malang menerbitkan Perwali khusus yang mengatur soal tanggungjawab bersama warga Kota Malang dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Adanya Perwali khusus diyakini bakal berdampak positif dan menjadi langkah nyata memberantas peredaran narkoba. (mar/tom)