Obrak Balapan Liar, Amankan Lima Sepeda Protolan

MALANG – Setelah mengobrak aksi balapan liar di Singosari dan Karangploso. Polisi kembali mengobrak-abrik arena balapan liar di Kalipare dan Bantur. Dua arena balapan liar yang selama ini meresahkan masyarakat, diobrak petugas Polsek Kalipare dan Polsek Bantur. Petugas membubarkan aksi trek-trekkan itu, karena dianggap membahayakan. Dari hasil operasi itu, petugas mengamankan lima sepeda motor yang kondisinya protolan.
Kali pertama balapan liar yang dibubarkan petugas di jalan raya perbatasan Desa/Kecamatan Kalipare, sekitar pukul 17.00. Saat itu, petugas Polsek Kalipare mendapat pengaduan masyarakat, kalau ada sekumpulan anak muda ngabuburit dengan melakukan balapan liar.
Warga melapor karena merasa resah dengan adanya kegiatan itu. Selain membuat bising telinga, juga membahayakan pengendara lain yang melintas. Mendapat laporan itu, petugas lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar, tanpa menunggu waktu lama petugas langsung membubarkan dan mengamankan empat sepeda motor protolan yang digunakan dalam balapan liar.
“Sepeda motor protolan itu, kami amankan di Mapolsek Kalipare. Untuk pemilik kendaraan yang juga kami amankan, langsung kami bina dan sidang tipiring. Sedangkan untuk sepeda motornya bisa diambil asalkan surat-surat lengkap dan kendaraan dilengkapi,” ungkap Kapolsek Kalipare, AKP Agus Siswo Hariadi.
Sedangkan Polsek Bantur membubarkan balapan liar di jembatan Kali Lesti, Jalan Raya Wonokerto, Kecamatan Bantur sekitar pukul 23.00. Dari belasan pemuda yang sedang balapan liar, petugas hanya berhasil mengamankan satu kendaraan yang dijadikan balapan liar. Sedangkan kendaraan lainnya, kabur setelah mengetahui kedatangan petugas.
“Pemilik sepeda motor yang kami amankan itu, langsung kami lakukan pembinaan. Dia kami minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. Dan balapan liar ini sendiri setelah ada warga melaporkan karena mengaku resah,” ujar Kapolsek Bantur, AKP M Azwandi.(agp/aim)