Pabrik Tusuk Sate Terbakar

MALANG - Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang menjadi pahlawan dalam kebakaran pabrik tusuk sate (sujen) di Jalan Memberamo, kemarin. Berkat kesigapan PMK, pabrik beralamat  di Gang VII RT 2 RW 14 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing itu, berhasil diselamatkan. Tiga unit truk tangki diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.20 akibat kelebihan daya bakar pada oven tusuk sate. Oven itu digunakan untuk mengeringkan sujen agar lebih kuat alias tidak gampang patah. Proses pengeringan normal biasanya memakan waktu sekitar delapan jam, dengan cara dipanaskan.
”Rupanya tegangan oven terlalu besar, soalnya kami baru ganti trafo,” aku wahyudi (26 tahun) karyawan pabrik sujen tersebut.Selama proses pengeringan, oven hanya dipantau beberapa kali saja. Namun siang itu, Wahyudi merasakan sesuatu yang sedikit ganjil. Dari balik oven muncul asap yang menandakan sesuatu terbakar.
”Biasanya tidak seperti itu, pembakaran berjalan normal tanpa asap yang berlebihan,” imbuhnya.
Keganjilan itu mendorong Wahyudi turun melakukan pengecekan. Kondisi dalam pabrik sendiri sudah terasa sedikit panas. Dia lalu berlari menuju ruangan oven dan membuka pintu untuk melihat kondisi di dalam.”Saya saat buka, api sudah berkobar, saya langsung teriak, kemudian berusaha memadamkan dengan ember air,” jelasnya.
Usaha tersebut ternyata tak membuahkan hasil, bukannya padam, api justru membesar. Ditengah kepanikan itu, pihak pemilik pabrik kemudian menelepon Petugas Pemadam Kebakaran. Sedangkan, sembari menunggu petugas, warga dan karyawan pabrik, bahu membahu memadamkan api.”Api bisa dikuasai setelah petugas datang, ada tiga unit truk tangki yang turun,” imbuh dia.
Petugas PMK langsung mengepung lokasi itu, agar api tidak menjalar ke rumah warga. Pabrik itu berada dalam kawasan pada penduduk, persis di selatan kuburan Jalan Memberamo. Petugas menyemprot dari dalam pabrik, dari luar pabrik dan bahkan dari atap pabrik.”Api hanya membakar ruangan saja, selebihnya bagian pabrik tetap utuh karena berhasil disemprot petugas tepat waktu,” katanya.
Kerugian yang diderita pabrik itu, diperkirakan mencapai puluhan juta. Sebab selain merusak oven, kebakaran juga merusak sebagian ruangan pabrik. Kerugian lainnya adalah jutaan sujen habis terbakar, padahal sudah dipesan pelanggan di Surabaya dan Jakarta.”Ada beberapa kiriman yang ikut terbakar, sehari kami mampu produksi sekitar 160 kilogram sujen, satu kilogram dijual Rp 8.500, yang paling mahal adalah oven,” tandas dia.(ary/nug)