Wartawan Peras Staf SMP Selingkuh

MALANG- Pemerasan yang dilakukan oknum wartawan mingguan kembali terjadi. Kali ini dilakukan Usman, 39 tahun, warga Desa Curungrejo, Kepanjen. Rabu (31/7) malam, dia dibekuk anggota Satreskrim Polres Malang Kota setelah melakukan pemerasan terhadap Agung, seorang staf salah satu SMP Negeri di Kepanjen. Tersangka yang bekerja di dua media mingguan tersebut, ditangkap saat baru saja menerima uang Rp 3 juta dari korbannya di Cafe Shangrila.
Hingga kemarin, penyidik unit Pidana Khusus (Pidsus) masih memeriksanya secara intensif. “Masih diperiksa secara intensif,” tegas Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK kemarin. Petugas menduga bila tersangka tidak hanya sekali ini saja melakukan pemerasan tersebut. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH mengungkapkan, uang yang disita dari tangan tersangka itu, hanyalah merupakan uang muka pemerasan itu.
“Awalnya, antara korban dengan tersangka memang sudah kenal karena sering bertemu ketika liputan. Suatu hari, tersangka menagih uang kepada korban. Katanya, fee dari sebuah berita yang dimuatnya. Rupanya, ditagih demikian, korban sama sekali tidak menggubris,” terangnya. Inilah yang membuat tersangka jengkel dan mengancam akan menyebarkan perselingkuhan staf salah satu SMP di Kepanjen dengan wanita idaman lainnya (WIL) itu.
 “Nampaknya, korban takut. Tersangka meminta Rp 15 juta kalau beritanya tidak ingin dimuat. Namun korban menawar dan disepakati harga Rp 10 juta. Setelah melakukan telepon serta SMS beberapa kali, keduanya berjanji bertemu untuk menyerahkan uang itu,” urai Dwiko. Tanpa sadar, Usman masuk ke jebakan korban yang menghubungi polisi untuk meminta bantuan. Begitu Usman tiba di cafe Shangrila dan menerima uang muka Rp 3 juta dari Agung, dia diringkus anggota Satreskrim Polres Malang Kota. (mar)