Sembilan Hari Gulung 124 Tersangka

Polres Sikat Penyakit Masyarakat
KEPANJEN – Polres Malang telah menyelesaikan operasi dengan sandi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2013 tahap II. Selama sembilan hari mulai 19 – 28 Juli, hasil operasi diklaim telah memenuhi target. Sebagai buktinya, seluruh jajaran Polres Malang hingga dibawahnya berhasil mengungkap 92 kasus dengan 124 tersangka.
Semua tersangka yang diamankan itu, terkait dengan kasus premanisme, prostitusi pornografi, judi, minuman keras (miras), pencutian pemberatan (curat), pencurian kekerasan (curas), dan pencurian kendaaraan bermotor (curanmor) serta narkoba.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta mengungkapkan, dari 92 kasus itu, sebanyak 8 kasus dan 9 tersangka adalah yang masuk dalam target operasi (TO) giat Operasi Pekat tahap dua ini.
Rinciannya, untuk premanisme sebanyak 34 kasus dengan 45 tersangka. Prostitusi 5 kasus dengan 6 tersangka. Pornografi 1 kasus dengan 1 tersangka. Judi 14 kasus dengan 28 tersangka. Minuman keras (miras) 28 kasus dengan 34 tersangka. Petasan 10 kasus dengan 10 tersangka. “Itu semuanya adalah yang masuk dalam TO,” ujar Adi Deriyan Jayamarta.
Sedangkan yang bukan non TO, adalah kasus curat 2 kasus dengan 2 tersangka, curas 2 kasus dengan 3 tersangka, curanmor 2 kasus dengan 2 tersangka dan narkoba 2 kasus dengan 2 tersangka. Selain para tersangka itu, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya 419 botol miras, 77 liter trobas, 6 poket sabu-sabu (SS) serta beberapa barang bukti lainnya.
 “Alhamdulillah targetnya terpenuhi. Malah hasilnya diluar perkiraan kita. Dimana target dalam Operasi Pekat tahap dua ini adalah 25 kasus dengan 25 tersangka, tetapi kami melebihi,“ katanya.
Mantan penyidik KPK ini menambahkan, dengan adanya Operasi Pekat ini tingkat kejahatan menurun hingga 80 persen. Bahkan, dibandingkan dengan tahun lalu juga sudah menurun.(agp/aim)