Lubang Maut Celakai 12 Orang

MALANG - Inilah rekor galian jalan makan korban. Dalam waktu singkat, sebuah galian di Jalan Urip Sumoharjo mengakibatkan 12 kecelakaan motor. Tragisnya, kecelakaan terjadi hampir setiap jam.  Warga geram lantaran tak tega melihat korban kecelakaan akibat galian tak berpengaman itu.
Kejadian tragis tersebut terjadi pada Kamis (1/8) sore hingga malam. Awalnya pada jam 15.00 WIB sampai  18.00 WIB terdapat tiga kecelakaan motor. Lalu pada jam 18.00 WIB sampai jam 22.30 WIB tercatat sembilan kecelakaan di tempat yang sama. Jumlah kejadian tersebut berdasarkan catatan warga.
Semua kecelakaan itu, disebabkan oleh masalah yang sama. Yakni menghindari galian tak berpengaman lalu senggolan kemudian jatuh. Ada juga pengendara yang langsung tabrakan saat menghindari galian.
’’Kasihan pengendara, gara-gara galian ini sampai terjadi kecelakaan. Tercatat 12 kecelakaan dari tadi jelang sore. Penyebabnya, karena galian tak diberi pengaman. Apalagi kalau malam, kurang penerangan,’’ kata Gregory Sanda, warga Jalan Urip Sumoharjo saat ditemui, Kamis malam kemarin.
Warga menyesalkan galian tak diberi pengaman. Padahal diameter galian yang dibiarkan terbuka itu memakan hampir separuh badan jalan.  Sudah begitu, pengendara yang melintas Jalan Urip Sumoharjo melaju kencang.
Setelah miris melihat galian makan korban, warga berinisiatif memandu pengendara sembari mengingatkan untuk kurangi kecepatan. Namun lagi-lagi, kecelakaan tak terhindarkan.  
Warga lalu menghubungi Malang Post meminta untuk menyaksikan langsung bahayanya galian itu. Keterangan warga memang benar. Sebuah kecelakaan terjadi lagi saat Malang Post datang di tempat kejadian.
Adalah Ervan, pengendara motor bernopol N 6468 AG terjatuh saat melintas dari arah barat Jalan Urip Sumoharjo. Warga Sawojajar ini terjatuh saat berusaha menghindari kendaraan dari arah berlawanan dan galian. Ervan yang merupakan pegawai bank itu mengalami luka lecet.
Sebelumnya, Wandi, warga Polehan juga mengalami kecelakaan yang sama seperti dialami Ervan. ‘’Ini motornya. Motornya rusak, karena kecelakaan akibat galian itu,’’ kata sejumlah warga sembari menunjukan motor bernopol N 2750 BJ milik Wandi yang diparkir disebuah rumah di Jalan Urip Sumoharjo.
Kecelakaan berturut-turut itu membuat warga geram. Mereka lalu menutup galian tak berpengaman tersebut. Sejumlah anggota Batalyon 512 pun turun tangan ikut mengamankan galian lalu memasang pengaman yang terbuat dari drum.
’’Biar malam, kita kerja bakti saja. Kalau dibiarkan membahayakan pengendara. Kasihan pengendara,’’ kata sejumlah warga sembari menutup galian sekitar jam 23.00 WIB.
Warga pun bertanya-tanya tujuan galian yang membahayakan itu. Mereka juga mempertanyakan galian tersebut milik instansi apa. Pasalnya tidak ada keterangan atau papan proyek disekitar galian tersebut.
Padahal melihat besarnya proyek galian, jelas sebuah keniscayaan jika tidak dilengkapi dengan papan proyek. Belum lagi, galian itu justru dilakukan menjelang lebaran, ketika arus lalulintas kian meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, DR, Ir, Drs Jarot Edy Sulistyono MSi belum berhasil dikonfirmasi.
Saat dihubungi Malang Post melalui ponselnya sempat terdapat nada sambung. Namun Jarot tak menerima  telepon Malang Post.
Saat dihubungi lagi, ponselnya sudah tak aktif lagi. Kabid Bina Marga DPUPPB Kota Malang, Dahat Sih Bagyono juga tak bisa dihubungi. (van/tom/avi)