Diancam Dipraperadilan, Polres Siap

KOTA BATU – Sukses tim buru sergap Polres Batu dalam mengamankan dua tersangka pencuri kotak amal di HC Putra berisi Rp 25 juta, Jalan Dewi Sartika Atas, yakni Sutrisno Wibowo (38) dan Anton Wahyudi (33), keduanya warga Jalan Diran Kelurahan Sisir Kota Batu berbuntut polemik. Keluarga dari kedua tersangka yang kini hidup di balik jeruji tersebut siap menuntut Polres Batu pada ranah pra peradilan.
Endang Retnowati, bibi Anton menyebut, keluarganya menilai, penangkapan kedua tersangka itu merupakan salah tangkap. Pasalnya, tidak banyak bukti yang menguatkan Wibowo dan Anton sebagai pelaku. Sore kemarin, para keluarga yang didominasi ibu-ibu mendatangi kantor DPRD Kota Batu untuk mengadukan nasib Wibowo dan Anton. Mereka diterima sejumlah anggota dewan. Sebelumnya, mereka juga besuk bareng di ruang tahanan Polres Batu.
‘’Selain itu, polisi juga bersikap intimidasi, pemukulan kepada Anton dan Wibowo, juga saat penggeledahan dengan tidak menunjukkan surat tugasnya. Kami akan ajukan ke pra peradilan,” terangnya.
Endang beserta keluarga juga didampingi sejumlah warga Diran di antaranya Kayat, yang ikut bersimpati terhadap kasus pencurian ini. Dengan menunjukkan surat laporan ke DPRD, dia mengaku, jika keluarga sudah lapor ke Komnas HAM lewat email pukul 11.00 WIB, kemarin. Kamis malam, juga lapor ke Propam Polda Jatim, setelah laporan ke Propam Polres Batu dinilainya kurang dapat respon. Pasalnya, laporan dari H Yono, itu berdasar dari mimpi, yang disebutkan dalam mimpinya Anton membawa kabur uang dalam tas kresek.
‘’Anton dan Wibowo juga siap jalani sumpah pocong, atas apa yang sudah dilaporkan pelapor dan keluarga, termasuk keduanya juga siap mengaku bagaimana aksi intimidasi dan pemukulan oleh polisi ketika saat berkata jujur, bukan sebagai pelaku pencurian kotak amal itu,” terang Kayat sembari menyebut pihak keluarga siap ganti rugi dalam bentuk material sebesar Rp 5 Miliar.
Sementara, Polres Batu merilis polisi tidak berani melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka jika tidak memiliki cukup bukti. Selain itu, saat diperiksa, Anton dan Wibowo juga didampingi pengacaranya dan mengakui perbuatannya. Saat ini, setelah beberapa hari ditahan dan kasusnya sudah P21 untuk diserahkan ke Kejaksaan, pihak keluarga baru menyatakan keberatan penangkapan. Namun, Polres juga tidak mempermasalahkan jika keluarga akan mem-praperadilan-kan kasus ini. ‘’Kami memiliki bukti-bukti dalam kasus ini,” terang AKP Adi Sunarto.
Barang bukti yang dimaksud berupa kotak amal, satu rangkaian pancing dan tasnya, kaos, kotak senar pancing dan uang Rp100 ribu sisa uang yang dicuri oleh dua tersangka. Serta motor Suzuki Satria Nopol N 5133 LM. (poy/lim)