86 Titik Penjagaan, Antisipasi Penjahat Jalanan

MALANG - Mengantisipasi kejahatan selama Lebaran, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum mengaku fokus di 86 titik yang dianggap sangat rawan kejahatan. Dijelaskan dia, 86 titik ini dijaga oleh tim satreskrim (kring serse) di lima kecamatan yang ada di kota Malang. Mantan Kapolres Trenggalek tersebut mengatakan, sudah melakukan pemetaan secara mendalam daerah-daerah tersebut. “Sementara ini, antisipasi pada kasus pencurian kendaraan bermotor. Kring serse paling banyak berada di wilayah Lowokwaru. Mencapai 54 titik karena daerah tersebut merupakan wilayah padat kampus dan rumah kos,” tuturnya didampingi Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH.
Namun bukan berarti daerah lainnya tidak terpantau khusus. Totok, begitu dia biasa disapa, memaparkan bila selain anggota serse yang berjaga, namun anggota Brimob Ampeldento juga disiagakan secara mobile dengan dilengkapi senjata lengkap. “Anggota sudah diperintah untuk melakukan tindakan tegas secara prosedur dan terukur. Anggota sudah paham standar operasional (SOP)-nya. Dengan alasan yang patut, tindakan tegas itu bisa dilakukan,” terang mantan Kasatreskrim Polresta Malang itu. Dengan model penjagaan yang rapat itu, dia berharap gerak pelaku kriminal, utamanya penjahat jalanan akan semakin terjepit.
Perwira menengah yang pernah menjabat Kasubbag Reskrim Polwil Malang itu juga memaparkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan satpam-satpam yang berjaga di perumahan-perumahan. “Melalui Babinkamtibmas, kami sosialisasikan agar para satpam ini mengenali rumah ataupun kendaraan yang dijaga di wilayahnya tersebut. Jadi mereka harus mengidentifikasi rumah dan mobil di wilayah yang dijaganya. Artinya, saat ada mobil tidak dikenal berada di depan rumah yang ditinggal, patut dicurigai,” ungkap Totok. Gebrakan awal mengantisipasi tingkat kejahatan yang mulai meningkat, jajaran Polres Malang Kota sendiri melakukan dua kali operasi serentak di 12 titik kemarin. (mar)