Kontraktor dianggap Lalai

MALANG – Lubang maut yang membawa korban hingga 12 orang, di Jalan Urip Sumoharjo, benar-benar membuat PDAM kebakaran jenggot. Bahkan kemarin, perusahaan penyedia air minum itu, langsung menyemprot rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
Kontraktor CV Duta Barokah, dianggap lalai dalam pekerjaannya sehingga menyebabkan kecelakaan. Bukan itu saja, kontraktor yang mengerjakan proyek galian itu, juga diminta bertanggung jawab.
Direktur Teknik PDAM Kota Malang, Ir Teguh Cahyono MAB  langsung sidak ke galian tersebut jam 06.30 WIB kemarin. Ia langsung memerintahkan CV Duta Barokah datang ke lokasi, untuk melakukan pembenahan. Pengawas proyek pun dipanggil saat itu juga.
‘’Kami langsung evaluasi. Mencari tahu penyebab kecelakaan dan mendata korban kecelakaan dan menyusun langkah terbaik,’’ jelas Teguh kepada Malang Post, kemarin.  
Berdasarkan evaluasi, rekanan PDAM itu dianggap melakukan sejumlah kelalaian. Diantaranya tidak memasang papan nama pekerjaan, tak memasang lampu hazard atau lampu yang menyerupai sirene dan tak memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagaimana yang disyaratkan oleh PDAM.
Karena lalai, kinerja CV Duta Barokah langsung dievaluasi. Bahkan sanksi yang akan diberikan segera dibahas. Yang pasti, rekanan tersebut langsung mendapat peringatan terhadap kelalaiannya.
CV Duta Barokah pun langsung diminta melakukan berbagai perbaikan yang langsung dievaluasi. Diantaranya harus memasang lampu hazard  yang langsung nyala sejak tadi malam. Selain itu memagari lokasi galian dengan sistem yang lebih aman dan nyaman bagi pengendara.
‘’Walau tidak ada pekerjaan, lampu hazard harus nyala pada malam hari karena kondisi di lapangan tidak terlalu terang. Rekanan juga harus menempatkan petugas di lokasi pada malam hari,’’ tegas Teguh. ‘’Silahkan di cek di lapangan. Kami sangat serius memperhatikan hal ini pasca kejadian kemarin malam (Kamis malam, Red.),’’ sambungnya.  
Pantauan Malang Post tadi malam, sekitar jam 18.00 WIB, lampu hazard di lokasi galian sudah berfungsi. Dua lampu hazard menyala untuk memberi tanda kepada pengendara yang melintas. Petugas juga tampak siaga di sekitar galian.
Lebih lanjut Teguh mengatakan, sebelumnya lokasi galian memang sudah dipasang pengaman. Hanya saja pengaman terlepas. Namun demikian, menurut dia, rekanan harus selalu memperhatikan kondisi galian.
Dia menambahkan, galian tersebut untuk pengendali tekanan air. Pengendali tekanan air berfungsi untuk menjaga kelancaran pasokan air ke rumah pelanggan.
Terpisah, Pilot Project CV Duta Barokah, Mahmudi mengakui kelalaiannya. Yakni tidak adanya lampu hazard. ‘’Ya, itu kelemahan kami tidak memasang lampu (lampu hazard), sementara di lokasi tidak terlalu terang,’’ katanya.
Mahmudi mengakui, kemarin pagi langsung dipanggil manajemen PDAM. Ia diminta datang ke lokasi galian. Saat itu juga, Mahmudi datang ke lokasi untuk melakukan pembenahan, terutama pengamanan galian.
‘’Kami sudah melakukan perbaikan, dalam hal ini pengamanan lokasi. Lampu hazard juga sudah menyala dijaga dua sampai tiga orang petugas kami. Kami juga sudah datang ke Yonif 512 dan menyampaikan terimakasih karena sudah ikut membantu,’’ jelasnya. Anggota Yonif 512, Kamis malam lalu, memang turun langsung mengamankan lokasi.  
Korban kecelakaan juga sudah dicari sesuai data yang dimiliki. Tujuannya yakni memberi bantunan atau ganti rugi pengobatan akibat kecelakaan yang terjadi pada Kamis malam kemarin. (van/avi)