Warga Lawan Pengadilan Niaga

MALANG - Warga perumahan Graha Dewata akhirnya mengajukan gugatan perlawanan terhadap putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang memutuskan  PT. Dewata Abdi Nusa (pengembang perumahan Graha Dewata) dan Dewa Putu Raka Wibawa, pemilknya pailit. Gugatan perlawanan itu, rencananya akan dikirim ke Pengadilan Niaga Surabaya, Senin (12/8) nanti atau terhitung 14 hari setelah putusan atas pengajuan BRI ini. Seperti diketahui sebelumnya,  warga perumahan Graha Dewata kembali melakukan demonstrasi di Bank BRI Kawi Malang sebagai buntut kekecewaan karena bank tersebut masih menahan sertifikat mereka dan keputusan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya.
“Ada hak warga yang tinggal di sana tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pengadilan niaga itu,” terang Gunadi Handoko, SH, MM, M,Hum, kuasa hukum 15 warga perumahan Graha Dewata. Warga juga diminta untuk mendatangi kurator. “Tapi warga tidak mau datang ke kurator. Untuk apa datang ke kurator?,” lanjutnya. Gunadi, panggilannya mengatakan isi gugatan perlawanan itu adalah warga keberatan dengan keputusan pailit karena ada kepentingan warga yang tidak bisa diabaikan dan BRI yang dianggap tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kami juga melampirkan gugatan perdata warga kepada PT. Dewata Abdi Nusa dan BRI sebagai tergugat kedua di Pengadilan Negeri Kota Malang. Jadi tidak perlu datang ke kurator karena sebelum putusan pailit tersebut, kita sudah ajukan gugatan perdata. Dan ini masih proses sidang semua,” tegas dia. Di sisi lain, pengacara kondang itu juga mengaku bersama warga perumahan Graha Dewata mengajukan pemblokoran sertifikat tanah-tanah tersebut ke Kantor Pertanahan Kota dan Kabupaten Malang. “Paling tidak, sertifikat itu sudah tidak bisa berpindah tangan lagi,” ungkapnya. (mar)