Hindari Kecelakaan, Tutup U-Turn

MALANG –  Salah satu penyebab kemacetan di jalur padat, adalah adanya putaran balik (u-turn). Seperti di sepanjang Jalan Raya Lawang-Singosari. Karena itulah, selama arus mudik maupun arus balik, banyak u-turn yang ditutup.
‘’Selama musim mudik Lebaran, kami akan membatasi u-turn atau putaran di sepanjang jalan utama dan kebanyakan akan kami tutup,’’ ujar Kasatlantas Polres Malang AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto SIK kepada Malang Post.
Menurutnya, jalur mudik sepanjang Jalan Lawang-Singosari cukup banyak u-turn. Jika keberadaan putaran arah itu dibiarkan berfungsi, dikhawatirkan akan memicu kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas.
Penutupan sejumlah u-turn tersebut akan dilakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran atau sama dengan tahun-tahun sebelumnya. ‘’U-turn yang ditutup oleh jajaran kami di lapangan, ada beberapa titik yang tentunya dinilai sangat membahayakan pengguna jalan,’’ terang Dwi begitu ia akrab disapa.
Ia mencontohkan u-turn yang terdapat di wilayah sepi dan jarang digunakan maka akan ditutup. Selain itu, u-turn yang bermedian jalan rusak dan membahayakan juga ditutup.
Sementara itu, di jalur mudik di Malang Timur, justru masih relatif normal. Selain kendaraan pribadi dan roda dua, kendaraan berat seperti truk, juga masih sesekali terlihat. Bahkan, sepanjang ruas jalan Pakis hingga Tumpang, masih belum terjadi titik-titik kemacetan.
Menurut petugas, perkiraan kenaikan laju kendaraan, diperkirakan akan berlangsung mulai lebaran. Masalahnya, jalur lintasan di Malang Timur, lebih banyak didominasi sebagai jalur wisata. Sementara jalur yang ada, pun juga ada lintasan pemecah dari wilayah Sawojajar.
‘’Untuk angka arus kendaraan, sampai sejauh ini bisa dikatakan relatif normal. Kalau pun harus dilakukan perhitungan, perkiraan kendaraan yang melintas baru di angka 20 kendaraan per menit,’’ kata Perwira Pengendali Operasi (Padalops) Polres Malang, AKP Bambang Sugeng. Diprediksi, kepadatan jalur justru akan terjadi setelah lebaran.
Sementara itu terkait truk yang masih lewat, Tim Monitoring Dishubkominfo Kabupaten Malang, Ari Widianto menjelaskan, kendaraan pada H-4 diminta untuk menghentikan aktifitas. Kendaraan berat yang dimaksud, yakni truk-truk pengakut dengan menggunakan dua sumbu atau total memakai 10 roda kendaraan.
‘’Untuk truk-truk yang hanya memakai satu sumbu atau enam roda, masih diperbolehkan untuk beroperasi. Namun, khusus truk dua sumbu dan tidak mengangkut sembako, akan dilakukan pelarangan,’’ ujar Ari.
Larangan itu akan diberlakukan hingga lebaran. Usai lebaran, kendaraan dengan dua sumbu sudah diperbolehkan beroperasi untuk jalur kabupaten. ‘’Jadi larangannya mulai H-4 hingga lebaran. Larangan itu, tidak berlaku untuk truk dengan roda enam,’’ ujarnya. (big/sit/avi)