Minta Polisi Lepas Putu

MALANG- Kuasa hukum PT. Dewata Abdi Nusa (pengembang perumahan Graha Dewata), Waluyo S Putro SH, mengajukan surat pelepasan tahanan Dewa Putu Raka Wibawa, bos perumahan tersebut ke Polres Malang Kota. Dia mengatakan, permohonan itu sesuai dengan putusan pailit nomor 16/pailit/2013 oleh Pengadilan Niaga Surabaya, Selasa (30/7) lalu. “Surat pengajuan pelepasan tahanan itu sudah kami kirimkan ke Kapolres Malang Kota dengan dasar putusan pailit dari Pengadilan Niaga Surabaya,” terangnya kemarin.  Dijelaskan Waluyo, panggilannya, dalam putusan itu juga tertulis dengan segala akibat hukumnya menunjuk Suko Triyono SH, MH sebagai hakim pengawas.
“Ini masih kami tunggu jawaban dari Kapolres Malang Kota. Dan itu harus dilakukan oleh polisi kalau tidak mau dianggap melakukan perbuatan melawan hukum,” papar dia. Menurutnya, kalau polisi tidak mengabulkan permohonan tersebut, pihaknya akan meminta bantuan hakim pengawas untuk memproses hukumnya tersebut. “Sesuai dengan pasal 31 (3) UU Nomor 37 Tahun 2004, yakni  dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93, Debitur yang sedang dalam penahanan harus dilepaskan seketika setelah putusan pernyataan pailit diucapkan,” urainya.
Waluyo juga menegaskan, para pemilik rumah di perumahan Graha Dewata yang sudah lunas, bisa menghubungi kurator yang ditunjuk untuk mengurus Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) secara gratis. “Jadi mereka yang sudah membayar lunas rumah yang ditempatinya, bisa mengurus SHGB secara gratis kepada kurator. Apalagi, SHGB ini juga diluar dalam budel pailit. Budel pailit artinya harta milik klien saya yang tidak masuk dalam daftar sita,” pungkasnya. (mar)